Begal Berjaket Hoodie Terungkap, Aksi Mencekam di Bulukumba Berakhir di Tangan Polisi

begal

Tersangka Pelaku Begal di Bulukumba Inisial IW alias Ilo. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, berdiri tegap di depan kamera media sambil menatap serius ke arah wartawan. Rabu (24/12/2025).

Konferensi pers digelar untuk mengungkap kasus begal yang selama ini meresahkan warga, khususnya di Kabupaten Bulukumba.

Momen tersebut menjadi jawaban atas rasa takut masyarakat yang selama berhari-hari dihantui oleh aksi pelaku.

Di samping Kapolres, hadir Kasat Reskrim Iptu Muhammad Ali yang mendampingi jalannya konferensi pers. Turut hadir pula Kasi Propam Iptu Andi Panangrangi.

Para jurnalis memadati lokasi dan memenuhi area gelar perkara. Mikrofon disodorkan, kamera menyala, dan setiap sudut ruangan dipenuhi perhatian penuh.

Tak lama kemudian, seorang pria bertopi dan mengenakan pakaian tahanan oranye digiring masuk ke hadapan awak media.

Dialah pelaku begal yang selama ini dicari polisi, pria yang dikenal dengan inisial IW alias Ilo. Usianya 37 tahun dan sehari-hari bekerja sebagai petani.

Ia tercatat sebagai warga Dusun Pangentengan, Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba.

Namun di balik kehidupan sederhananya, tersimpan sisi gelap yang selama ini tersembunyi. Sisi kelam itulah yang akhirnya terungkap setelah rangkaian penyelidikan aparat.

Pelaku diringkus tanpa perlawanan oleh tim gabungan kepolisian dari Resmob dan Unit Kamneg Sat Intelkam Polres Bulukumba.

Pelaku ditangkap di rumah keluarganya di Desa Seppang, Kecamatan Ujung Loe, pada Selasa sore 23 Desember 2025. Aksi penangkapan berlangsung cepat dan terukur.

Di meja barang bukti, sejumlah benda disusun rapi sebagai hasil penyitaan polisi. Dua unit handphone, satu iPhone dan satu Oppo, sebuah sepeda motor, helm, serta jaket hoodie hitam dipamerkan.

Jaket hitam tersebut diketahui digunakan pelaku saat melakukan aksinya. Barang-barang itu menjadi bukti kuat yang mengaitkan pelaku dengan sejumlah kejadian pembegalan.

Kapolres kemudian membeberkan modus kejahatan yang dilakukan pelaku. Target utamanya adalah perempuan pengendara motor, terutama yang membawa tas selempang.

Pelaku mengikuti korban secara diam-diam di jalanan dan menunggu momen di lokasi sepi sebelum merampas tas secara paksa.

“Pelaku berkeliling Kota Bulukumba seorang diri. Ia mencari korban, mengikuti dari belakang, lalu menunggu tempat sunyi sebelum melakukan aksinya,” ujar AKBP Restu Wijayanto.

Dalam beberapa kejadian, korban bahkan sampai terjatuh keras ke badan jalan. Aksi tersebut bukan hanya merugikan, tetapi juga membahayakan keselamatan korban.

“Perbuatan ini sangat membahayakan jiwa korban. Kami menegaskan bahwa kejahatan jalanan seperti ini tidak akan kami toleransi,” tegas Kapolres di hadapan awak media.

AKBP Restu juga memastikan bahwa kepolisian terus meningkatkan patroli dan operasi preventif demi memberi rasa aman kepada masyarakat.

“Kami mengimbau warga untuk segera melapor jika menemukan tindakan mencurigakan. Polres Bulukumba berkomitmen menjaga keamanan dan menghadirkan rasa aman bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.

Kini aksi kejahatan itu resmi terhenti setelah pelaku berhasil ditangkap. Rantai teror pun terputus, dan warga Bulukumba akhirnya bisa bernapas lebih lega.

Comment