HUT ke-130 BRI di Bulukumba, Polisi Bongkar Modus Penipuan Online yang Menguras Tabungan Warga

penipuan

Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali Paparkan Modus Penipuan Online Dihadapann Pelaku UMKM dan Agen BRILink. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Bulukumba — Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-130 Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Halaman Kantor Cabang BRI Bulukumba, Sabtu (20/12/2025), mendadak menjadi momen peringatan serius bagi masyarakat.

Di hadapan ratusan Agen BRILink dan pelaku UMKM, Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali, secara gamblang membongkar berbagai modus penipuan online yang kian meresahkan.

Mewakili Kapolres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali menegaskan bahwa pelaku penipuan digital saat ini semakin canggih dan lihai memanfaatkan teknologi.

Bahkan, sebagian besar pelaku yang teridentifikasi di Sulawesi Selatan disebut berasal dari luar daerah.

“Pelaku ini cerdas-cerdas dan menguasai IT. Di Sulsel, rata-rata pelaku penipuan online diidentifikasi berasal dari Pulau Sumatera,” ungkapnya di hadapan peserta.

Ia mengakui, penipuan online bukan kejahatan yang mustahil diungkap. Namun, proses penelusuran jejak digital hingga pengungkapan kasus membutuhkan waktu yang panjang, sehingga pencegahan menjadi kunci utama.

“Kami terus melakukan sosialisasi dan mitigasi agar masyarakat tidak mudah tertipu,” tegasnya.

Lebih jauh, Iptu Muhammad Ali mengingatkan dampak fatal yang dialami korban penipuan online.

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat kehilangan tabungan yang dikumpulkan bertahun-tahun untuk kebutuhan penting.

“Bayangkan uang untuk naik haji atau uang panaik yang dikumpulkan lama, bisa raib seketika karena kelalaian kita sendiri,” ujarnya.

Khusus di Bulukumba, Kasat Reskrim mengungkap modus yang paling sering menjebak korban, yakni penipuan segitiga dalam transaksi jual beli, terutama kendaraan bermotor.

“Pelaku menawarkan harga sangat murah, lalu mengarahkan korban bertemu di suatu tempat. Penjual mengaku berada di luar daerah dan diwakili oleh orang lain,” jelasnya.

Ironisnya, meski penjual dan pembeli sudah bertemu langsung, korban tetap diarahkan untuk mentransfer uang ke rekening tertentu.

Inilah celah yang kerap dimanfaatkan pelaku untuk menguras uang korban.

“Ini modus segitiga. Kalau sudah ketemu, kenapa masih disuruh transfer? Di sini masyarakat harus ekstra waspada,” tegas Iptu Muhammad Ali.

Tak hanya itu, pelaku penipuan juga kerap mengirim pesan berkedok pajak atau layanan tertentu melalui aplikasi pesan instan, lalu meminta korban mengirimkan kode OTP.

“Jangan pernah memberikan kode OTP. Sekali diberikan, pelaku bisa langsung menguasai akun WhatsApp kita,” peringatnya.

Iptu Muhammad Ali pun menyampaikan apresiasi kepada BRI Bulukumba yang telah memberikan ruang bagi kepolisian untuk menyampaikan edukasi pencegahan penipuan online di tengah perayaan HUT ke-130 BRI.

“Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi kami untuk mengingatkan masyarakat agar tidak menjadi korban penipuan online,” katanya.

Seremoni HUT ke-130 BRI tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Bulukumba Andi Edy Manaf, jajaran Forkopimda, Pimpinan Cabang BRI Bulukumba Zaenal Arifin, pimpinan instansi vertikal, serta ratusan Agen BRILink dan pelaku UMKM.

Menariknya, selain menyampaikan imbauan dari atas panggung, Kasat Reskrim Polres Bulukumba juga menayangkan video pendek edukasi sebagai peringatan nyata bahaya penipuan online.

Comment