Mengayuh Harapan di Deras Arus: Ketulusan Guru dan Kepedulian Kapolres Sinjai

pendidikan

Personel Sat Polairud Polres Sinjai Menyerahkan Tali Asih Secara Simbolis Kepada Andi Mappaompo. (Foto: Kolase Berita.News)

BERITA.NEWS, Sinjai — Di tengah keterbatasan sarana dan derasnya arus sungai, sebuah kisah kemanusiaan kembali menyentuh nurani publik.

Kepedulian Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, hadir menyapa ketulusan seorang guru yang rela mempertaruhkan tenaga dan keselamatannya demi masa depan anak didiknya.

Melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Sinjai, kepolisian menyambangi seorang guru yang selama ini dengan penuh keikhlasan mengantar siswanya ke sekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan sampan kecil.

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan pemberian tali asih sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian Kapolres Sinjai terhadap dunia pendidikan.

Kegiatan itu berlangsung pada Kamis, 18 Desember 2025, sekitar pukul 18.00 Wita, di Jalan Amanagappa, Kelurahan Lappa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai.

Kehadiran personel Sat Polairud disambut hangat oleh sang guru, yang sehari-hari setia membantu murid-muridnya menyeberangi muara Tangka demi memastikan mereka tiba di sekolah dengan selamat.

Personel Sat Polairud Polres Sinjai datang langsung ke lokasi membawa bantuan tali asih yang merupakan bentuk perhatian Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar.

Bantuan tersebut diserahkan sebagai wujud empati atas dedikasi dan pengabdian sang guru yang tetap menjalankan tugas mulia di tengah keterbatasan infrastruktur.

Kapolres Sinjai, AKBP Harry Azhar, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas ketulusan dan tanggung jawab guru tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi kepedulian dan pengorbanan guru yang dengan penuh tanggung jawab rela mengantar siswanya ke sekolah meski harus menyeberangi sungai menggunakan sampan. Ini adalah teladan luar biasa tentang semangat pengabdian di dunia pendidikan,” ujar AKBP Harry Azhar.

Ia menegaskan, pemberian tali asih ini merupakan simbol kehadiran dan kepedulian Polres Sinjai terhadap para tenaga pendidik yang berjuang mencerdaskan generasi bangsa, khususnya di wilayah dengan tantangan geografis.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa Polri hadir dan peduli terhadap dunia pendidikan. Guru adalah pilar penting dalam mencetak generasi masa depan, sehingga sudah sepantasnya mendapat dukungan dan perhatian dari semua pihak,” tambahnya.

Kapolres berharap, kepedulian tersebut dapat menjadi motivasi bagi para guru untuk terus mengabdi dengan semangat, sekaligus menginspirasi masyarakat agar bersama-sama mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Sinjai.

Baca Juga :  Sudah Non Aktif, BK DPRD Sinjai Belum Keluarkan Surat Pemberhentian Sementara Kamrianto

Sat Polairud Polres Sinjai pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan keselamatan, tetapi juga dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan sebagai bagian dari pengabdian kepada rakyat.

Sebelumnya diberitakan, publik dihebohkan oleh kisah mengharukan Ali Mappaompo, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 139 Larea-rea, Kecamatan Sinjai Utara.

Di tengah derasnya arus sungai dan ketiadaan jembatan permanen, ia memilih menjadi “perahu harapan” bagi murid-muridnya.

Setiap pagi dan sore, Ali Mappaompo mendayung perahu kayu sederhana untuk memastikan anak-anak didiknya dapat berangkat dan pulang sekolah dengan selamat.

Sungai yang membentang lebar menjadi satu-satunya akses tercepat menuju sekolah, dan keselamatan para siswa sepenuhnya bergantung pada keberanian serta ketulusannya.

Video dan foto yang beredar pada Senin (15/12/2025) memperlihatkan sosoknya dengan tenang mendayung perahu, satu per satu siswa berseragam sekolah diantarnya menyeberang.

Tatapannya fokus, gerakannya mantap, seolah tak ingin satu pun masa depan tergelincir ke dalam derasnya arus sungai.

Kisah ini kian mengharukan ketika diketahui bahwa Ali Mappaompo menggantikan peran seorang siswa yang biasa mendayung perahu, setelah siswa tersebut jatuh sakit.

Tanpa ragu, tanpa keluhan, ia mengambil alih tanggung jawab itu tanpa pamrih, tanpa menuntut imbalan.

“Seragamnya mungkin tidak selalu rapi, tetapi tanggung jawabnya melampaui papan tulis. Saat siswanya sakit, ia bukan hanya memberi izin pulang, tetapi menjelma menjadi jembatan pengantar di atas air,” ungkap Humas AGPAII Sinjai.

Dedikasi Ali Mappaompo menjadi potret nyata pahlawan pendidikan sejati mereka yang bekerja dalam sunyi, jauh dari sorotan, namun memikul harapan besar bagi masa depan anak bangsa.

Kepeduliannya, yang kini mendapat sentuhan empati dari Kapolres Sinjai, menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar soal ruang kelas dan buku pelajaran, melainkan tentang keberanian, ketulusan, dan kesediaan mengayuh harapan di atas arus kehidupan yang tak selalu bersahabat.

Comment