Pembinaan Kepribadian, Rutan Barru Gelar Pembelajaran Dirosa bagi Warga Binaan

Al Qur'an

Pembelajaran Dirosa/ Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa Bagi WBP Rutan Barru. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Barru — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barru melaksanakan kegiatan pembelajaran Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an secara bertahap, sekaligus menumbuhkan kesadaran spiritual serta membentuk akhlak yang lebih baik bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

Kepala Rutan (Karutan) Barru, Amsar, menegaskan bahwa program Dirosa merupakan wujud komitmen Rutan Barru dalam memberikan pembinaan yang menyentuh aspek keagamaan dan moral warga binaan.

“Program pembelajaran Dirosa ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam membina kepribadian warga binaan, khususnya pada aspek spiritual dan akhlak. Kami ingin mereka tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga mendapatkan bekal keagamaan yang dapat menjadi pedoman hidup ketika kembali ke masyarakat,” ujar Amsar.

Pembelajaran Dirosa dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan petugas Rutan Barru bersama peserta magang yang berperan aktif sebagai pengajar dan pendamping selama proses pembelajaran berlangsung.

Materi yang diberikan meliputi pengenalan huruf hijaiyah, makharijul huruf, tajwid dasar, hingga latihan membaca Al-Qur’an yang disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

Selama kegiatan berlangsung, suasana pembelajaran tampak tertib, interaktif, dan penuh kekhusyukan.

Petugas dan peserta magang tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga melakukan pendampingan langsung agar setiap warga binaan dapat mengikuti pembelajaran dengan baik.

Melalui kegiatan pembelajaran Dirosa ini, Amsar berharap warga binaan dapat meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat nilai-nilai religius, serta membentuk pribadi yang lebih baik sebagai bekal dalam proses pembinaan dan reintegrasi sosial ke tengah masyarakat.

Comment