BERITA.NEWS, Sinjai — Di tengah derasnya arus sungai dan keterbatasan sarana, ketulusan seorang guru kembali mengetuk nurani publik.
Ali Mappaompo, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN 139 Larea-rea, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, memilih menjadikan dirinya perahu harapan bagi murid-muridnya.
Setiap pagi dan sore, ia rela mendayung perahu kayu sederhana demi memastikan anak-anak didiknya dapat berangkat dan pulang sekolah dengan selamat.
Sungai yang membentang lebar di wilayah itu menjadi satu-satunya akses cepat menuju sekolah.
Tanpa jembatan permanen, keselamatan para siswa sepenuhnya bergantung pada perahu kecil yang melawan arus.
Dalam kondisi itulah Ali Mappaompo hadir, bukan sekadar sebagai pengajar di ruang kelas, tetapi sebagai penjaga keselamatan di atas air.
Sejumlah video dan foto yang beredar pada Senin (15/12/2025) memperlihatkan sosoknya dengan penuh ketenangan mendayung perahu, satu per satu siswa berseragam sekolah diantarnya menyeberang.
Tatapannya fokus, gerakannya mantap seolah ingin memastikan tak satu pun masa depan yang tergelincir ke dalam derasnya sungai.
Yang membuat kisah ini semakin mengharukan, Ali Mappaompo diketahui menggantikan peran seorang siswa yang biasanya bertugas mendayung perahu.
Ketika siswa tersebut jatuh sakit, ia tanpa ragu mengambil alih tanggung jawab itu. Tak ada keluhan, tak ada tuntutan imbalan.
Hanya kepedulian dan rasa tanggung jawab yang melampaui batas tugas formal seorang guru.
“Seragamnya mungkin tidak selalu rapi, tetapi tanggung jawabnya melampaui papan tulis. Saat siswanya sakit, ia bukan hanya memberi izin pulang, tetapi menjelma menjadi ‘jembatan’ pengantar di atas air,” ungkap Humas AGPAII Sinjai dalam keterangannya.
Dedikasi Ali Mappaompo menjadi potret nyata pahlawan pendidikan sejati, mereka yang bekerja dalam sunyi, di wilayah yang jauh dari sorotan, namun memikul harapan besar bagi masa depan anak bangsa.
Kepeduliannya membuktikan bahwa keterbatasan infrastruktur tak pernah mampu memadamkan semangat pengabdian.
Aksi tulus ini pun menuai apresiasi dari berbagai kalangan.
Lebih dari sekadar kisah inspiratif, langkah Ali Mappaompo menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya soal ruang kelas dan buku pelajaran.
Akan tetapi tentang keberanian, ketulusan, dan kesediaan untuk mengayuh harapan bahkan di atas arus sungai yang tak bersahabat.
*Sumber: Humas AGPAII Sinjai

Comment