BERITA.NEWS,Makassar- Wai Kota Makassar Munafri Arifuddin memberikan instruksi tegas kepada RT/RW agar menjalankan program pemilahan sampah di lingkungan masyarakat usai Festival Daur Bumi 2025.
Hal ini, kata Munafri akan menjadi indikator penilaian kinerja para Ketua RT/RW memulai pemilahan sampah agar sejalan dengan program prioritas menuju Makassar Bebas Sampah 2029.
Festival Daur Bumi 2025 oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar menjadi ajang edukasi pemilahan, hingga pengelolaan sampah yang baik di masyarakat.
Apalagi sebelumnya, DLH Makassar juga telah melaksanakan program Jelajah Sampah 2025 di 15 Kecamatan se Kota Makassar.
Olehnya itu, Appi menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa lagi ditangani di hilir semata. Harus dimulai dari hulu, yakni lingkungan RT dan RW.
“RT dan RW harus mulai menyiapkan pengelolaan sampah yang baik di lingkungannya masing-masing. Ini akan menjadi indikator penilaian RT/RW terbaik, sehingga bisa mendapatkan penghargaan dan insentif yang tinggi,” tegas Appi.
Ia mengungkapkan, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan insentif besar bagi RT terbaik yang mampu menjalankan pengelolaan sampah secara konsisten dan berkelanjutan.
“Minimal 20 RT terbaik akan kita berikan insentif sebesar Rp100 juta per RT dalam satu tahun,” jelas Appi.
Menurutnya, anggaran tersebut justru akan jauh lebih efisien jika dibandingkan dengan biaya besar yang harus dikeluarkan pemerintah apabila persoalan sampah tidak mampu diselesaikan sejak dari sumbernya.
“Artinya, biaya-biaya yang kita keluarkan ini, kalau kita konversi dengan persoalan ketika ini tidak mampu kita selesaikan dari hulu, itu akan jauh lebih besar. Bahkan akan menjadi persoalan sosial yang sangat-sangat besar,” tuturnya.
Melalui Festival Daur Bumi dan Program Makassar Bebas Sampah 2029, Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan, partisipatif, serta berbasis lingkungan, demi mewujudkan kota yang bersih dan sehat.


Comment