Diduga Preman Bawa Kayu Hadang Aksi HMI MPO Sinjai! Demo Nyaris Ricuh, Polisi Turun Tangan

Premanisme

Tangkapan Layar Video Diduga Penghadangan Massa Aksi HMI MPO Sinjai.

BERITA.NEWS, Sinjai — Suasana memanas mewarnai aksi long march Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) MPO Cabang Sinjai setelah massa dihadang seorang pria yang diduga preman saat menuju Kantor Bupati Sinjai, Jumat (12/12/2025).

Dalam video yang beredar, seorang pria terlihat membawa sebilah kayu dan melontarkan ancaman, memicu ketegangan di jalur aksi.

Massa HMI MPO yang dipimpin korlap Israil dan penanggung jawab aksi Supardi bergerak dari Lapangan Nasional menuju Kantor Bupati Sinjai sekitar pukul 10.30 Wita.

Mereka membawa sejumlah tuntutan, mulai dari dugaan pungli di Polres Sinjai, polemik penimbunan pabrik porang dan perumahan Lappa Mas 3 Tahap 3, hingga maraknya penimbunan BBM di wilayah Sinjai.

Namun situasi berubah tegang ketika seorang pria menghadang rombongan sambil menenteng kayu.

Dalam video yang beredar, pelaku bahkan tampak mendorong salah satu peserta aksi.

Informasi lapangan menyebutkan bahwa pria tersebut berinisial S, diduga pengawas material penimbunan pembangunan pabrik porang.

Ketegangan kembali meningkat setibanya massa di Kantor Bupati. Sejumlah sopir truk diduga melakukan aksi tandingan.

Baca Juga :  Sudah Non Aktif, BK DPRD Sinjai Belum Keluarkan Surat Pemberhentian Sementara Kamrianto

Mereka mengklaim gerakan mahasiswa telah menghentikan aktivitas tambang yang menjadi sumber nafkah mereka. Kondisi ini memperbesar potensi benturan antar kelompok.

Aparat kepolisian yang berjaga segera mengambil langkah cepat untuk mencegah kericuhan.

Aksi HMI MPO Sinjai akhirnya dihentikan, dan massa dievakuasi menggunakan mobil polisi untuk menghindari insiden lebih besar.

Mantan Ketua Umum HMI MPO Cabang Sinjai, Ashabul Kahfi, mengecam keras tindakan premanisme dan ancaman terhadap kader HMI.

“Ini bentuk intimidasi yang tidak boleh dibiarkan. Kami mengecam keras tindakan premanisme tersebut,” ujarnya.

Ia akan memastikan seluruh rangkaian insiden ini akan dilaporkan secara resmi kepada pihak berwajib.

“Aksi mahasiswa adalah hak konstitusional, tidak boleh ada siapa pun yang mencoba menghalang-halangi apalagi dengan kekerasan,” tegasnya.

Ia juga meminta aparat kepolisian untuk bertindak profesional dan memberikan perlindungan penuh kepada mahasiswa dalam menyampaikan aspirasi.

Hingga berita ini diterbitkan, kondisi di area aksi berangsur kondusif.

Aparat masih melakukan pemantauan ketat untuk mencegah gesekan lanjutan antara kelompok mahasiswa dan sopir truk.

Comment