Jelang Nataru, BI Sulsel Ingatkan Pemda Antisipasi Risiko Kenaikan Harga

High-Level Meeting (HLM) Bank Indonesia Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dengan tema “Upaya Pengendalian Inflasi jelang Momen HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru) (dok).

BERITA.NEWS,Makassar- Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) High-Level Meeting (HLM) dengan tema “Upaya Pengendalian Inflasi jelang Momen HBKN Natal dan Tahun Baru (Nataru).

BI Sulsel bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Sulawesi Selatan (Sulsel) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) serius membahas potensi risiko kenaikan harga tersebut di Baruga Phinisi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulsel.

HLM dipimpin Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, dihadiri oleh Kepala Perwakilan BI, Sekretaris Daerah Provinsi, Para Forkopimda, Bupati/Walikota, Instansi Vertikal, Organisasi Perangkat Daerah terkait, serta stakeholders lainnya.

Kepala BI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda mengatakan pada periode Nataru secara historis beberapa komoditas perlu mendapat perhatian karena harganya cenderung meningkat.

“Cabai rawit, angkutan udara, bawang merah, beras, dan telur ayam ras. Selanjutnya, sebagai bentuk upaya pengendalian inflasi periode Nataru,” ucapnya.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Kaji Penguatan Pendekatan Dialog Serap Aspirasi Publik

Sementara itu, Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi, memberikan beberapa arahan strategis kepada seluruh Bupati/Walikota.

1. Melanjutkan urban farming melalui optimalisasi lahan dan penanaman bibit hortikultura bekerja sama dengan Dinas TPHBUN,

2. Mengoptimalkan cold storage dan pembangunan pabrik es mini di lokasi strategis, serta pemanfaatan teknologi Ozone untuk memperpanjang umur simpan ikan dan hortikultura,

3. Mengintensifkan GPM Serentak pada komoditas penyumbang inflasi serta meningkatkan serapan beras SPHP melalui koordinasi dengan Bulog,

4. Memperkuat kelancaran distribusi melalui perbaikan konektivitas dan peningkatan kewaspadaan mitigasi risiko banjir di daerah,

5. Mengoptimalkan BTT untuk biaya angkut komoditas, serta memperkuat moral suasion dan komunikasi publik (Belanja Bijak, Diversifikasi Pangan) untuk menahan ekspektasi inflasi.

Comment