BERITA.NEWS,Makassar- Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI berencana membangun sekolah vokasi di lokasi pucak Kabupaten Maros, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Sekolah Vokasi ini akan menjadi yang pertama di Indonesia, melahirkan sumber daya manusia yang terampil khusus dalam melakukan pengawasan obat dan makanan.
Kepala BPOM RI Prof Taruna Ikrar mengatakan berdasarkan kebutuhan itulah sangat penting hadirnya Politeknik Sekolah Vokasi tersebut.
“Kami juga sudah lapor ke bapak Presiden dan Wakil Presiden memberi lampu hijau luarbiasa jadi kita bersyukur. Jadi insallah secara bertahap tanah nya sudah ada, program sudah ada insallah uang juga tersedia,” ucapnya.
Lebih lanjut, Prof Taruna Ikrar mengatakan tiap penerimaan pegawai BPOM memerlukan adaptasi kurang lebih satu tahun untuk memahami masalah pengawasan obat dan makanan tersebut.
“Karena belum ada satupun pendidikan khsusu menangani. Contohnya tahun ini kami terima 1294 pegawai, ada dokter, apoteker, farmasi, Sarjana Komputer, Pertanian mereka butuh waktu satu tahun untuk beradaptasi karena beda yang mereka pelajari. Oleh karena itu butuh pendidikan,” ungkapnya.
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan Pemerintah Provinsi sangat mendukung adanya sekolah vokasi tersebut. Aset lahan seluas 10 ha di kawasan pucak Maros sudah di hibahkan.
“Tadi barusan penandatanganan lahan yang baru kita hibahkan untuk Politeknik di pucak itu nanti akan menjadi sekolah pendidikan khusus vokasi.
Kedua programnya multiyears untuk Rp1,7 triliun dan harapan kita akan ada afirmasi untuk prestasi ini rekomendasi bapak Gubernur. Supaya nanti yang terlibat nanti disini yanh terbaik di Sulsel,” pungkasnya.


Comment