Legislator PKB Sinjai Soroti Kerusakan Irigasi Borongpao, Ancaman Gagal Panen di Depan Mata

dprd-sinjai

Anggota DPRD Sinjai Fraksi PKB, Saldi. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Sinjaj – Dugaan kerusakan pada jaringan irigasi Borongpao di Desa Pattallassang, Kecamatan Sinjai Timur, mengundang keprihatinan serius dari anggota DPRD Sinjai Fraksi PKB, Saldi.

Ia menilai, kondisi ini berpotensi mengganggu produktivitas pertanian dan mengancam ketahanan pangan masyarakat setempat.

“Kita tidak ingin terjadi gagal panen. Irigasi yang rusak dapat berdampak pada hasil pertanian, jadi sepakat jika secepatnya dilakukan perbaikan,” ujar Saldi, Jumat (4/4/2025) kemarin.

Sebagai langkah konkret, Saldi menyatakan kesiapannya meninjau langsung lokasi dan telah melakukan komunikasi dengan Komisi III DPRD Sinjai yang membidangi infrastruktur.

“Insyaallah saya akan ke lokasi. Ini ranah komisi saya juga karena terkait pengawasan infrastruktur,” tegasnya.

Proyek rehabilitasi irigasi tersebut merupakan pekerjaan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sinjai, dikerjakan oleh CV. Duta Sarana dengan pengawasan dari PT. Indo Pratama Sari.

Proyek senilai Rp1,52 miliar ini dimulai sejak 6 Juni 2024 dengan tujuan memperkuat irigasi primer dan sekunder di wilayah Borongpao.

Kerusakan teridentifikasi pada Kamis (3/4/2025), berupa ambruknya bagian lantai saluran irigasi akibat erosi tanah yang dipicu hujan deras. Permukaan tanah di bagian alas saluran dilaporkan jebol.

Baca Juga :  Status Puluhan Motor Ditahan di Polres Sinjai Masih Misterius, Publik dan Aktivis Desak Transparansi Satlantas

Terlisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Sinjai, H. Kamaruddin, menjelaskan bahwa proyek sepenuhnya berada dalam tanggung jawab teknis Dinas PUPR.

“Untuk kualitas pekerjaan, itu ranah pelaksana dan pengawas proyek,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan, sekitar 6 hektar lahan sawah bergantung pada saluran irigasi ini.

“Jika tidak segera ditangani, potensi dampak cukup besar, walau saat ini belum signifikan karena sudah mendekati masa panen,” tambah Kamaruddin.

Sementara itu, Kadis PUPR Sinjai, Haris Achmad, memastikan bahwa perbaikan akan segera dilakukan dengan berkoordinasi bersama pihak kontraktor, mengingat proyek masih dalam masa pemeliharaan.

Ia juga meluruskan informasi terkait jenis kerusakan. “Yang rusak bukan infrastruktur irigasi baru, melainkan tanggul eksisting yang jebol akibat luapan air alami,” jelas Haris.

Pihaknya telah memasang pipa pembuangan, namun berencana menambah pintu pembuangan di bawah saluran untuk efektivitas.

“Saluran tetap berfungsi karena menggunakan beton. Insyaallah pintu pembuangan akan segera dibuat,” pungkasnya.

Comment