Antisipasi Idul Fitri, Supplay LPG Subsidi di Sulsel 390.960 Tabung

BERITA.NEWS,Makassar– Hasil Koordinasi Dinas ESDM dan PT. Pertamina memastikan stok LGP subsidi 3 kg aman, antisipasi jelang Hari Raya Idul Fitri, ada tambahan Supplay capai 390.960 Tabung.

Kepala Dinas ESDM Pemprov Sulsel Andi Eka Prasetya mengatakan BBM, dan LPG merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat, sehingga ketersediaannya sangat penting.

“Pemerintah tentunya harus memastikan keamanan stok selama musim mudik dan balik Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) 2024 di berbagai wilayah Provinsi Sulawesi Selatan,

Kota makassar menjadi titik fokus utama karena merupakan salah satu kota terbesar dan menjadi magnet bagi masyarakat yang mencari peluang kerja, pendidikan,

dan pusat belanja sehingga menjelang hari-hari besar keagamaan, kota ini menjadi titik kumpul arus mudik yang signifikan,” ujarnya.

Lebih Lanjut Eka mengatakan pada sektor minyak dan gas bumi di wilayah Sulbagsel, terdapat 81 SPBU yang siaga 24 jam dan 314 agen dan pangkalan LPG yang siaga 24 jam di wilayah yang diproyeksikan terjadi peningkatan kebutuhan energi yang tinggi.

“Kordinasi dgn PT Pertamina (Persero) terkait kesiapan dalam menjamin pasokan BBM-LPG khususnya hari Ramadan dan menjelang perayaan Idul Fitri.

Termasuk titik-titik wilayah wisata Juga sebagai efektivitas peran dan antisipasi dini yang dilakukan oleh Pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah,” jelasnya.

Berdasarkan data Pertamina Konsumsi LPG 3 kg diperkirakan mengalami kenaikan 9 % dari rerata Normal Feb 2024.

Sebagai antisipasi, Pertamina melakukan penambahan supply LPG ke Masyarakat. Pada awal Ramadan : 231.200 tabung (693MT), Akhir Ramadhan : 269.880 tabung (809 MT) dan Antisipasi Hari Raya : 390.960 tabung (1.172 MT).

Selain itu, Prediksi puncak mudik terjadi pada 8 April 2024 dengan konsumsi bahan bakar kendaraan mencapai 4.783 KL (naik 44% dari rerata normal bulan Feb 2024).

Secara overall kenaikan konsumsi gasoline
diperkirakan mencapai kenaikan 9% (rerata
3,611 KL) dibandingkan rerata normal bulan
Feb 2024.

Comment