Imunisasi Anak 10 Sekolah di Makassar Pakai Treatment Khusus

Pertemuan Stakeholder bahas pendekatan Imunisasi Anak (Ist)

BERITA.NEWS,Makassar- UNICEF, Yayasan Gaya Celebes dan Dinas Kesehatan Kota Makassar mengusung program My Village My Home sebagai alat screnning Imunisasi pada anak usia dini di satuan PAUD.

Upaya ini dalam memutus mata rantai penularan penyakit  melalui imunisasi maka perlukan maksimal 100%. Dengan begitu akan tercipta perlindungan kelompok pada anak usia dini.

Health Specialist UNICEF-Field Office Makassar (Sulawesi–Maluku) Badwi. M. Amin, mengatakan,

pihaknya fokus kepada 10 sekolah yang ada di kota Makassar, dengan program my village My home ini menjadi salah satu tujuan untuk screening imunisasi.

“My Village My Home ini kan sebenarnya program pemberdayaan. kita mau supaya bukan cuman orang kesehatan yang tahu apa itu pentingnya imunisasi,

ini melibatkan semua pihak mulai dari orang tuanya, tokoh masyarakat

tokoh agamanya dan kader-kader termasuk misalnya guru TK, guru paud, ujar Badwi.

Ia menambahkan, semua punya potensi untuk melihat dan secara kasat mata siapa anak di antara peserta didiknya yang sudah lengkap imunisasinya.

Baca Juga :  Alumni 2000 Raih Juara III Kompetisi Basket KBA Smeplim Makassar

“Selain itu Konsepnya My Village My Home ini kan seperti rumah kita, kampung kita kalau

pondasinya itu adalah imunisasi yang ada antigen-antigennya,

antigen mana yang tidak lengkap itu yang harus kita lengkapi sama-sama sehingga pondasi rumah kita ini baik, “Ungkap Badwi.

10 sekolah di kota Makassar yang menjadi piloting area, atas arahan Dinas Pendidikan Sulsel dan Bappelitbanda,

Badwi mengatakan program ini bukan cuman program kesehatan, ini program terintegrasi dengan pendidikan, penguatan pendidikan, pengetahuan air bersih,

gizi sama perlindungan anak termasuk di dalamnya kesehatan jadi kita bukan yang menentukan tapi dinas pendidikan yang menentukan.

Sementara itu Kepala Bidang P2P Dinkes Makassar dr. Nani di Makassar mengatakan program ini melihat dari capaian imunisasi pada PAUD.

“Nah meskipun Makassar ini sebetulnya sudah masuk dalam capaian imunisasinya sudah baik tetapi kita mau lebih mendekatkan ke basis sekolah. Kemarin ada beberapa sekolah

yang kita susah masuk, jadi pihak sekolah ini biar lebih awear pendataannya itu bisa lebih maksimal karena berbasis dari siswa yang ada di dalam satu sekolah,” ungkapnya

Baca Juga :  Alumni 2000 Raih Juara III Kompetisi Basket KBA Smeplim Makassar

Sekolah ini pun, masih menjadi percontohan kalau misalnya ini bagus nanti bisa replikasi untuk di gunakan pada sekolah-sekolah lain berbasis pecahan kelurahan.

Seandainya semua memahami bahwa ini adalah hak anak bukan merupakan kewajiban

harusnya malah mereka yang mencari kalau misalnya anaknya belum di vaksin atau belum di imunisasi, ” tutupnya.

Mengingat hak sehat anak tidak hanya menjadi tanggung jawab bagi tenaga kesehatan saja. Harus ada kesamaan persepsi diantara stakeholder khususnya tentang imunisasi.

“Membangun kesepahaman stakeholder akan menjadi jembatan pendistribusian informasi
dan tentu akan menjadi alat advokasi

dalam mendorong orang tua anak agar mau membawa anaknya untuk imunisasi,” jelasnya.