Cegah Dampak Banjir Parah, Gubernur Minta Penataan Ruang Dikendalikan

BERITA.NEWS,Makassar- Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman langsung merespons cepat cegah dampak banjir yang terjadi beberapa waktu lalu di beberapa kabupaten/kota di Sulsel.

Gubernur Sulsel langsung menggelar rapat evaluasi dan memberikan arahan terkait mitigasi atau penanggulangan cegah bencana banjir di Rujab Gubernur Sulsel.

Rapat itu hadir kepala Balai Besar Wilayah Sungan Pompengan Jeneberang (BBWS PJ), Dinas terkait di Pemprov Sulsel dan perwakilan Pemda Makassar, Maros dan Gowa.

“Usulan kami itu untuk penambahan kolam regulasi/ retensi pada lahan 200-300 Ha dan yanggul penahan banjir,” kata Andi Sudirman.

Selain itu, ia meminta Pemerintah Kabupaten/Kota melakukan evaluasi penataan ruang terutama di daerah hulu yang jadi lokasi serapan air.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Serahkan Rp500 Juta untuk Korban Gempa di Cianjur

“Kebijakan penataan ruang Hulu oleh masing masing kabupaten kota harus kendalikan. Mulai dari pencegahan pembalakan hutan,” kata Andi Sudirman.

Menurut Gubernur Sulsel, hal ini akan memakan waktu perencanaan jangka panjang, dan perlu dimulai untuk bertahap agar lebih progressif.

Kepala BBWS Pompengan Jeneberang Djaya Sukarno menambahkan adapun rencana lokasi penambahan kolam retensi di wilayah Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros.

Selain berfungsi sebagai reduksi banjir, Kolam Regulasi Jambua juga berpotensi sebagai reservoir air baku.

Baca Juga :  Ma'ruf Amin : Sulsel Tumbuh Impresif, Meski Krisis Ekonomi,

Rapat juga bahas soal wilayah Kecamatan Manggala, Makassar. Pada kondisi eksisting, lokasi ini sangat sering tergenang pada musim hujan,

serta memiliki tutupan lahan berupa rawa, sawah, belukar, serta pemukiman dengan kepadatan rendah.

“Lokasi ini direncanakan sebagai kawasan campuran, hutan kota, resapan air, dan budidaya pertanian lahan basah,” jelas Djaya Sukarno.

Berdasarkan ketinggian lahan yang diterbitkan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui produk DEMNAS, diperkirakan Kota Makassar berada di ketinggian +0,00 sampai +25,00 meter.

“Untuk Kota Makassar, didominasi oleh lahan dengan elevasi rendah (+0,00 sampai +5,00),” ungkap Djaya Sukarno.