Sopir Pete-pete Bisa Denda Rp 50 Juta Jika Langgar Perda KTR Makassar

BERITA.NEWS,Makassar– Satuan Tugas (Satgas) Penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2013 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) kembali melalukan sosialisasi ke Sopir Pete-pete.

Kali ini, tim Satgas Perda KTR Makassar menyasar para sopir angkutan umum pete-pete yang lewat dan mangkal di bahu jalan depan Masjid Raya.

Sosialisasi ini mengingatkan para sopir angkutan umum dan penumpang agar tidak ada aktifitas merokok dalam mobil bagian dari Kawasan Tanpa Rokok.

Staf Penegakan Perda Satpol-PP Kota Makassar Irwan mengatakan Tim Satgas KTR masih dalam tahap sosialisasi kepada para sopir angkutan umum yang kedapatan.

Namun, beberapa sopir yang kedapatan merokok saat berada dalam mobil mendapat teguran tertulis.

Tim Satgas juga melakukan pemasangan stiker kawasan tanpa rokok setiap mobil angkutan umum pete-pete yang lewat depan Masjid Raya Makassar.

“Kalau ada pelanggaran penumpang merokok otomatis kita bertanggung jawab. Itu sanksinya tegas.

Makanya ini kami sosialisasi kan, kasih lihat dulu. Sanksinya itu kurungan 3 bulan denda Rp 50 juta. Kami Satpol PP berusaha tertibkan sosialisasi kan,” ucapnya.

Meski begitu, Irwan menegaskan pihaknya tidak segan melakukan penindakan tegas jika yang bersangkutan sudah kedapatan dua tiga kali pelanggaran.

“Iya kalau dua tiga kali peringati ada saksi tegas. Makanya kami sosialisasi dulu. Tidak dilarang merokok tapi ada tempatnya,” tegasnya.

Kepala promosi dan edukasi keselamatan berlalulintas Dinas perhubungan Kota Makassar Evalina Evlin mengatakan angkutan umum masuk salah satu titik KTR.

“Salah satu kawasan tanpa rokok itu itu adalah angkutan umum Jadi kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.

Kami memonitoring dan evaluasi pada angkutan umum khusunya pete-pete apakah ada yang merokok di dalam angkutan atau tidak,” jelasnya.

Sementara itu, Ahmad sulfikar Sopir Pete-pete Rute Makassar Mal – Terminal daya – Perumnas Sudiang mengaku sangat mendukung adanya Perda KTR ini.

“Lebih baik lagi. Kalau sudah tau tidak mungkin mau di langgar dimana mau dapat uang denda Rp 50 juta.

Ini sebenarnya lebih bagus pak bagi saya karena satu hari itu bisa habis satu bungkus rokok kalau jalan kalau ada aturan begini lebih enak,” jelasnya.

Tim Satgas KTR yang turun gabungan beberapa instansi. Ada Dinas Kesehatan Kota Makassar,  Satpol-PP Kota, Dinas Perhubungan dan Universitas Hasanuddin.