Proyek Beton PUPR Makassar Retak, Diduga tak Sesuai Spesifikasi

BERITA.NEWS, Makassar – Proyek beton milik Dinas PUPR Kota Makassar di jalan Perintis Kemerdekaan Kompleks Hartaco Permai RT05 RW01 diduga tak sesuai spesifikasi. Dimana kegiatan proyek tersebut masih berlangsung menghabiskan APBD Makassar mencapai Rp4.959.409.000.

Berdasarkan pantauan, Minggu (30/10/2022), pekerjaan rehabilitasi jalan tersebut ada yang retak. Selain itu, tinggi ketebalan beton rata-rata 25 centimeter. Bahkan dasar pengecoran yang seharusnya 7 centimeter,  hanya 3-5 centimeter saja. Padahal proyek konstruksi tersebut setidaknya memiliki standar yang memenuhi pada RTA (Registered Technical Analyst

Diketahui, rehabilitasi jalan paket 1.2 dengan anggaran Rp4.959.409.000 APBD Makassar tahun 2022. Nomor kontrak 1.2.1 ADD Kont/Rehab Jalan/BJJ-Dinas PU/IX/2022. Pelaksana kegiatan PT Qindy Pratama dan Konsultan CV Arreezky Konsultan. Paket ini memiliki lima titik diantaranya Jalan Telegraf 2 Kelurahan Berua, jalan Telefon IV RT03/RW 02, jalan Komp Purn Pai No 50 Kelurahan Sudiang, kompleks Hartaco Permai RT05, RW01 Tamalanrea, dan Perum Telkomas Jalan Satelit 8/55 RT01/RW02 Kecamatan Biringkanaya.

Menurut Nur Ikhsan , warga setempat, kondisi keresahan beton tentunya berdampak pada kualitas proyek tersebut.

“Kebetulan depan rumah, pekerjaan beton ada yang retak pak. Kami harap diperbaiki saja pak,”ujar Jamaluddin, Minggu (30/10/2022).

Baca Juga :  Alumni 2000 Raih Juara III Kompetisi Basket KBA Smeplim Makassar

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Makassar Noorhaq Alamsyah menegaskan bahwa kegiatan rehabilitasi jalan atau betonisasi memiliki standar yang harus dipenuhi setiap kontraktor.

“Tebalnya standar 27 cm,”tegas Noohaq Alamsyah saat dikonfirmasi. Untuk item pekerjaan betonisasi, tahun ini total pagu nya Rp. 66.771.604.008,  sedang kegiatan beton yang berkontrak Rp. 57.256.684.008. Terkait ketebalan bentonisasi, ditegaskan Alamsyah, jika hasil pekerjaan atau tidak memenuhi standar 27 centimeter, pihaknya langsung menegur pihak kontraktor.

“Saya suruh cek sekarang dan sayaperlihatkan ukurannya. Kalau ada yang main-main saya suruh bongkar sekarang kalau kontraktor mau mencuri volume,” ujarnya.

Untuk diketahui, pada suatu pekerjaan beton atau rigid pavement (trotoar kaku) dibutuhkan beberapa trial pemadatan terlebih dahulu untuk mencapai nilai kepadatan (CBR) sesuai spesifikasi.

Tanah timbunan sangat diperlukan untuk mengejar elevasi rencana. Proses pemadatannya pun tidak sembarangan. Dibutuhkan beberapa trial pemadatan terlebih dahulu untuk mencapai nilai kepadatan (CBR) sesuai spesifikasi. Apabila trial sudah dilakukan dan sudah disetujui oleh konsultan, maka dilakukan metode pemadatan dengan menggunakan alat berat seperti vibro, seepfoot, dan dozer.

Baca Juga :  Basmin Undang Gubernur Sulsel di Peringatan Hari Jadi Belopa

Sementara itu, proyek beton lainnya paket 5 dengan nilai anggaran Rp 7.176.400.000 dikeluarkan oleh warga Inspeksi Kanal Jalan Andi Djemma. Selain pekerjaan dasar tersebut diduga tidak memenuhi atau standar 7 centimeter, warga mempertanyakan lambannya proyek pengerjaan.

Seorang warga setempat, Syarif mengeluh terhadap pengerjaan jalan beton tersebut dikarenakan cara kerjanya terlalu lambat dan ketebalan beton yang dia kerjakan hanya 5cm dan tidak rata.

“Kalau bisa pak, pihak kontraktor suruh percepat pengerjaannya. Karena ini sudah kering sudah tiga pekan selesai dikerjakan. Kalau tingginya cuma 5cm itu pun tak rata dan sudah tiga minggu sudah selesai dibuat namun tak dilanjutkan,”ungkap Syarif.

Diketahui, proyek paket 5 memiliki lima titik masing-masing jalan Inspeksi Kanal, jalan BTN Minasaupa Blok AB, jalan Kompleks Agraria Rappocini, Jalan Minasaupa Blok AB lanjutan Kecamatan Rappocini dan RS Faisal 2 dan 3 belakang kantor Bulog.