Sulsel Pemasok Beras Terbesar Indonesia, Hingga September 120 Ribu Ton  

Pekerja memeriksa stok beras di gudang Bulog Sub divre Indramayu, Jawa Barat, Kamis (9/12/2021). ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/rwa.

BERITA.NEWS,Makassar– Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi pemasok beras terbesar di Indonesia, catatan hingga September 2022 ada 120 ribu ton.

Angka ini sudah tentu menempatkan Sulsel sebagai pemasok kebutuhan beras terbesar di Indonesia.

“Alhamdulillah, kita masih tetap konsisten sebagai pemasok beras terbesar nasional,” kata Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Minggu (25/9/2022).

Pimpinan Wilayah (Pimwil) Bulog Wilayah Sulselbar Bakhtiar AS, menyampaikan Sulsel telah menyuplai beras ke beberapa Provinsi.

Mulai DKI Jakarta, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan,

Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara dan Gorontalo, serta beberapa daerah lainnya.

“Wilayah-wilayah tersebut yang isi beras dari Sulsel,” sebutnya.

Selain Sulsel, daerah lainnya yang jadi pemasok beras di Indonesia saat ini; Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, NTB, Lampung dan Sumsel.

Baca Juga :  Disbudpar Provinsi Gelar Workshop Pelaku Ekonomi Sektor Kriya

“Beras asal Sulsel yang dipasok ke Bulog Nasional itu sebanyak 120 ribu ton. Namun jumlah itu hanya melalui Bulog saja, belum lagi pasokan oleh pelaku-pelaku usaha beras yang ada di Sulsel,” jelasnya.

Lanjut Bakhtiar, angka ini Sulsel akan melanjutkan untuk menyuplai kebutuhan daerah lain hingga akhir tahun.

“Hingga akhir tahun. Terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah yang sudah memberikan suport dalam rangka

menjadikan Sulsel sebagai sentra produksi beras terbesar di Kawasan Timur Indonesia,” sebutnya.

Adapun stock beras Sulsel yang ada di di Bulog mencapai 130.000 Ton lebih dan masih cukup sampai dengan akhir tahun.

“Sampai hari ini masih ada sekitar 130 ribu ton lebih dan terus betambah. Karena kami terus malakukan pembelian beras petani untuk stock cadangan beras pemerintah (CBP),” sebutnya.

Baca Juga :  Satpol-PP Minta Polda Tangkap Pelaku Pengrusakan Kantor Gubernur Sulsel 

Sedangkan, Kadis Perdagangan Sulsel, Kepala Dinas Perdagangan Ashari Fakhsirie Radjamilo menyebutkan, jumlah beras yang besar tersebut merupakan konstribusi yang sudah mulai terlihat dari Program Mandiri Benih yang inisiasi oleh Gubernur Sulsel.

“Program ini sudah mulai kelihatan hasilnya dan kita berharap ini bisa berlangsung dan kita dapat menjaga kesediaan stok pangan sampai panen berikutnya,” pungkasnya.