Disbudpar Sulsel ‘Ngopi Bawah Pohon’, Diskusi Santai Pariwisata

BERITA.NEWS,Makassar- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provide Sulsel menggelar diskusi santai masalah kepariwisataan. Kamis (11/8/2022).

Diskusi santai yang di kemas dalam kegiatan ‘Ngopi Bawah Pohon’ Disbudpar hadirkan kelompok yang terlibat langsung dengan pariwisata Sulsel.

Disbudpar menghadirkan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata (ASITA) Sulsel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI).

Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) hingga Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) di Ngopi Bawah Pohon di Kantor Disbudpar Sulsel.

“Maksud acara ini sebagi sebuah wadah bertukar informasi dan mencari solusi bagi setiap isu hangat yg berkembang di masyarakat khususnya yg berada di sektor kepariwisataan,” kata Sekretaris Disbudpar Sulsel Devo Khadafi.

Baca Juga :  Dekranasda Sulsel Siapkan Tema Berbeda Kenalkan Produk Lokal

Devo menjelasan juga beberapa langkah oleh Disbudpar Sulsel siapkan yang antara lain akan memperbanyak event untuk menarik wisatawan, termasuk akan berkordinasi dengan kementerian terkait.

“Kami sangat berharap dari diskusi yang ringan ini akan melahirkan sebuah langkah kecil namun kongkrit bagi pergerakan induatri pariwisata di sulsel ” ujarnya.

Sementara itu, Ketua ASITA sulsel Didi Leonardo Manaba menyinggung soal kenaikan harga tiket pesawat cukup berdampak.

“Banyak para calon wisatawan yang membatalkan atau mengatur ulang rencana berwisata Sulsel,” tuturnya.

Ketua PHRI Sulsel Anggiat Sinaga juga mengalami hal serupa soal kenaikan tiket pesawat.

Juli 2022 mestinya banyak kegiatan pelaksanaan, namun terpaksa harus reschedule hingga pembatalan.

Baca Juga :  World Pharmacists Day, Gubernur Sulsel Puji Peran Apoteker Hadapi Covid-19

“Karena kenaikan harga tiket ini. Pihak hotel sampai harus ke jakarta utk mengonfirmasikan kembali kegiatan yang akan di laksanakan,

tapi belum mendapat jawaban yang menggembirakan,” jelasnnya.

Selanjutnya, Anggota BPPD Sulsel Bambang haryanto menyampaikan kenaikan tiket ini tidak bisa terhindar akibat kenaikan harga bahan bakar avtur seluruh dunia.

“Hampir mencapai 70% kenaikannya. dan ini terjadi di seluruh dunia,” ujarnya.