Sosialisasi Imunisasi Anak, PKK Sulsel Sarankan Pelibatan Tokoh Agama

BERITA.NEWS,Makassar– Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina, meminta Dinas Kesehatan Sulsel lakukan sosialisasi secara massif untuk menggenjot capaian imunisasi.

Termasuk memaksimalkan peran mubaligh atau tokoh agama, serta masyarakat dalam menyampaikan sosialisasi pentingnya imunisasi anak tersebut.

“Libatkan tokoh agama, tokoh masyarakat, untuk mensosialisasikan tentang imunisasi ini, denganbahasa yang lebih mudah di pahami,” kata Naoemi, saat Pertemuan Evaluasi Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Tingkat Provinsi Sulsel.

Ia mengungkapkan, PKK Sulsel senantiasa turun ke lapangan untuk memonitoring. Salah satu kendala ia temui, masih banyak orangtua yang tidak mengizinkan anaknya imunisasi, karena ragu terhadapan kehalalan vaksin.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Luncurkan Aplikasi Marketplace 'BajuBodo', Belanja Barang dan Jasa

“Terkait kehalalan vaksin harus di jelaskan ke masyarakat. Disinilah peran para mubaligh,” ujarnya.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel, Bachtiar Baso mengatakan, saat ini Puskesmas masih fokus pelaksanaan BIAN di sekolah.

Olehnya itu, cakupan imunisasi kejar OPV, IPV, dan DPT- HB-Hib masih rendah.

Adapun cakupan imunisasi tambahan campak rubella per 22 Juni 2022 per kabupaten, tertinggi

adalah Kabupaten Pinrang 80,86 persen, disusul Tana Toraja 72,21 persen, dan Barru 72,11 persen.

“Kabupaten dengan capaian terendah adalah Bantaeng, 37,53 persen,” ungkap Bachtiar.

Baca Juga :  DKP Sulsel Tanam 38 Ribu Mangrove di Bone

Bachtiar menuturkan untuk menggenjot capaian imunisasi, pihaknya melibatkan tenaga promkes, Ketua PKK dalam memobilisasi masyarakat dan memonitoring BIAN, hingga menggandeng mubalig untuk sukseskan BIAN.

Sebelumnya, pengurus PKK Sulsel turun melakukan monitorjng pelaksanaan BIAN di SD Sudirman Makassar. Khusus Kota Makassar, cakupan imunisasi tambahan campak rubellanya masih rendah, 37,56 persen.