LSM Somasi Soroti Penjualan Buku Anti Korupsi ke Seluruh SMP di Kabupaten Gowa

BERITA.NEWS, Gowa – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SOMASI) menyoroti penjualan buku Anti Korupsi kepada seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) seKabupaten Gowa, Minggu 5 Juni 2022.

Koordinator LSM SOMASI Solihin Nappa menyampaikan berdasarkan hasil penelusurannya penjualan buku Anti Korupsi kepada seluruh Sekolah ditingkat SMP terkesan dipaksakan.

Bahkan kata Solihin, penjualan buku Anti Korupsi diduga mencatut nama Bupati Gowa sehingga semua sekolah wajib mengambilnya.

“Penjualannya terkesan dipaksakan kepada Kepsek, karena ada oknum yang menjual diduga mencatut atau mengatasnamakan Bupati Gowa,” kata Solihin Nappa.

Baca Juga :  Konser Tulus, Vierra dan Fell Koplo, Panitia Batasi Penonton

Solihin Nappa mengungkapkan, penjualan Buku tersebut seharga Rp. 52.000. Bahkan lebih anehnya lagi, Buku Anti Korupsi yang dijual Kepsek harus mengambil 30 % dari jumlah murid sekolahnya.

“Inikan Aneh, harga buku 52.000.00 kemudian setiap sekolah mesti diberikan Buku sebanyak atau dibagi 30% dari jumlah sekolah. Contohnya 1000 Murid, Kepala Sekolah harus ambil 30% atau 300 eks Buku Anti Korupsi dan mengisi Nota Pesanan,” ungkapnya.

Solihin Nappa juga menilai penjualan Buku Anti Korupsi semestinya tidak terlalu dibebankan kepada seluruh Kepala Sekolah ditingkat SMP seKabupaten Gowa.

Baca Juga :  Konser Tulus, Vierra dan Fell Koplo, Panitia Batasi Penonton

Karena kata dia, Buku Anti Korupsi adalah buku Referensi, bukan buku Wajib diberikan kepada seluruh Kepala Sekolah atau sekolah SMP seKabupaten Gowa.

“Kami harap kepada bapak Bupati Gowa agar kiranya dapat memerintahkan Inspektorat menelusuri Oknum yang diduga menjual nama Bupati. Para Kepala Sekolah terpaksa mengambil buku karena adanya rasa takut,” tandasnya.