PINISI SULTAN Fokus 4 Sektor Dorong Percepatan Investasi

PINISI SULTAN Bank Indonesia Sulsel (BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS,Makassar– Forum Percepatan Investasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pariwisata Sulawesi Selatan (PINISI SULTAN) kembali melakukan pertemuan tahunan di Hotel Claro Makassar. Rabu (13/4/2022).

Deputi Kepala Perwakilan BI Sulsel Fadjar Majardi mengatakan pertemuan annual meeting ini rutin tiap tahun. Rencanakan program kerja 2022, serta bahas evaluasi kinerja di 2021.

Fadjar Majardi mengatakan ada 4 sektor yang perlu mendapat atensi kerjasama masing-masing daerah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, sekaligus menarik peluang investasi.

“Ini 4 sektor ini yah, ada perdagangan, investasi, industri dan Pariwisata intinya kalau daerah-daerah itu mau tumbuh harus melakukan transaksi dengan daerah lain,” ucapnya.

Lebih lanjut, Fadjar menjelaskan hingga saat ini ada 9 projek dari daerah yang pihaknya telah seleksi untuk di promosikan mendapat investasi.

“Sekarang sudah ada 9 projek. Kami kan melakukan promosi ke negara mencari investor luar negeri cuman memang belum sampai deal tapi sudah ada pembicaraan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia yang juga Kepala Dinas DPM-PTSP Sulsel Sukarniaty Kondolele mengatakan annual meeting PINISI SULTAN 2022 hanya ada 16 Kabupaten dan Kota ikut terlibat.

“Karena ada yang tidak memasukkan proposal usulan kaitannya annual meeting. Kami harap pertemuan ini bisa rumuskan program yang bisa kami tawarkan ke investasi,” jelasnya.

Adapun realisasi investasi Sulsel secara keseluruhan 2021 menunjukkan kinerja yang baik dan mencapai angka Rp 16,6 triliun, jauh melampaui target investasi yang sebesar Rp 8 triliun.

Pencapaian tersebut utamanya sumbang oleh kinerja realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) capai Rp 12,08 triliun, meningkat 33% di bandingkan tahun sebelumnya.

Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat Rp 4,5 Triliun, meningkat 37% di bandingkan tahun sebelumnya.

Dari sisi perdagangan, Sulsel mencatatkan surplus perdagangan sebesar US$ 340 juta pada triwulan IV 2021.

Komoditas nikel menyumbang ekspor dengan pangsa tertinggi atau sebesar 51%, disusul dengan besi dan baja, serta ikan dan udang. Negara tujuan ekspor utama Sulsel adalah Jepang, Tiongkok, dan Amerika Serikat.