Ini Kiat dr Daud dalam Mengelola RSUD Batara Guru Luwu

Kursi pelayanan di Rumah Sakit Batara Guru, Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, nampak ramai terisi pada Jumat, (11/2) siang.

BERITA.NEWS, Luwu – Bukan hanya dari Luwu, berdasarkan keterangan yang dihimpun wartawan di lokasi, jika sejumlah pasien berasal dari kabupaten tetangga seperti Wajo, Polopo, bahkan Luwu Utara.

Fatimah, seorang keluarga pasien dari Keera, Kabupaten Wajo menyebutkan jika pelayanan di RSUD Batara Guru cukup baik.

“Kalau kebersihan sangat bagus. Bersih pak, dari tadi pagi kita liat banyak ibu-ibu yang membersihkan, bagus sekali kalau persoalan pelayanan, cukup ramah. Hanya saja kita lama antri, karena banyak pasien,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi langsung, Direktur Rumah Sakit Batara Guru, dr. Daud membenarkan jika saat ini RSUD. Batara Guru ramai didatangi pasien dari luar Kabupaten Luwu, karena memang sejumlah fasilitas tertentu hanya tersedia di Luwu.

“Ada beberapa hal yang membuat masyarakat dari luar Kabupaten Luwu datang ke sini. Yang pertama karena, cuman di Luwu yang punya 2 dokter PNS perawatan jiwa, Kita juga punya dokter PNS disini ahli paru, satu-satunya di Luwu raya. Selain itu, hanya Luwu juga yang punya PNS Dokter ahli mata menggunakan alat oprasi Phaco,” kata dr. Daud.

Baca Juga :  Hadiri Upacara Rambu Solo di Bastem, Basmin: Kita Satu Rumpun Keluarga Luwu

Selain itu lanjutnya, RSUD. Batara Guru juga memiliki alat operasi laparoscopy, untuk batu empedu, satu-satunya alat yang ada di Luwu raya.

dr. Daud kemudian tidak menampik jika pengunjung menyebut RSUD Batara Guru semakin membaik, pasalnya dirinya memang mempersiapkan konsep dalam menata Rumah Sakit agar pengunjung dan pasien merasa nyaman.

“Prinsipnya perlakukan orang yang ada di Rumah Sakit sebagaimana kita ingin dilerlakukan, orang datang disini sudah sakit, jadi tempatnya harus bersih dan nyaman. Dari awal bapak bupati kita, Basmin Mattayang berpesan kepada saya, dan itu yang saya jalankan,” ungkap dr. Daud.

Bukan hanya memperhatikan kebersihan, suasana nyaman dengan pemandangan yang asri juga diciptakannya dengan melakukan penghijauan di lingkungan rumah sakit. Tercatat 200 pohon ketapang, 150 tumbuhan pucuk merah pernah ditanamnya. Selain itu, ia juga berinisiatif menyiapkan Rumah Kurcaci sebagai tempat tunggu bagi kerabat pasien.

Sebanyak dua unit rumah penunggu pasien dengan arsitektur yang cukup unik bagaikan rumah kurcaci, didirikan tepat di depan gedung IGD Ibu dan Anak, RSUD. Batara Guru, yang diresmikan langsung bupati Luwu pada 30 Agustus tahun lalu. Atas inovasinya tersebut dr. Daud mendapatkan penghargaan inovasi Rumah Kurcaci beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Syukuran HUT Bhayangkara, Kapolres Luwu Tegaskan Tugas Polri Lebih Baik

Terakhir, dr. Daud mengupayakan nantinya 237 bed yang ada di RSUD Batara Guru, dapat menikmati ruangan ber-AC.

Daud mengupayakan nantinya 237 bed yang ada di RSUD Batara Guru, dapat menikmati ruangan ber-AC. Hanya saja saat ini lanjutnya, masih terkendala daya listrik yang sangat rendah.

“Sementara kita benahi sedikit-sedikit, bulan 3 kita sudah bisa produksi oksigen sendiri. Oksigen kesehatan ya. kita juga berharap nanti semua kamar bisa dipasangi AC. Saat ini total daya di sini hanya 250.000 kwh. Kita masih butuhkan sekitar 353.000 kwh,” kuncinya.

Muh Asri