Kedapatan Jual Suku Cadang tanpa SNI, Bos AJM Terancam Pidana

BERITA.NEWS, Gowa – Distributor suku cadang kendaraan motor AJM yang terletak di bilangan Jl KH Wahid Hasyim Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa kedapatan menjual suku cadang yang tidak memiliki label Standar Nasional Indonesia (SNI)

Dikonfirmasi, Penangungjawab toko AJM, An mengakui menjual beberapa suku cadang tanpa SNI dan telah dilakukan penyelidikan aparat penegak hukum.

“Iya benar, ada 13 item suku cadang dan sudah ditangani polisi. Barangnya sudah disita,” beber Ansar saat ditemui BERITA.NEWS, belum lama ini.

Pemilik toko AJM, R yang coba dikonfirmasi belum memberikan jawaban.

Penjualan suku cadang kendaraan bermotor tanpa lebel SNI sangat merugikan masyarakat. Pedagang atau toko yang menjual produk tanpa label SNI melanggar Undang-undang Perlindungan Konsumen dan Undang-undang Perdagangan.

Baca Juga :  Syukuran HUT Bhayangkara, Kapolres Luwu Tegaskan Tugas Polri Lebih Baik

“Masyarakat harus terus melakukan pengawasan wajib SNI untuk produk-produk yang selama ini membanjiri pasar dalam negeri agar masyarakat terlindungi dari berbagai produk tidak ber-SNI yang dapat membahayakan keselamatan konsumen,” ujar Ahmad, pemerhati layanan konsumen.

Kewajiban produk SNI juga telah diatur dalam Pasal 57 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Adapun sanksi pidana memperdagangan barang tidak sesuai SNI adalah dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp5 miliar.

Baca Juga :  Hadiri Upacara Rambu Solo di Bastem, Basmin: Kita Satu Rumpun Keluarga Luwu

Pelaku Usaha yang memperdagangkan barang di dalam negeri yang tidak memenuhi SNI yang telah diberlakukan secara wajib atau persyaratan teknis yang telah diberlakukan secara wajib sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp5 miliar.