Gubernur Tegaskan Mimbar Masjid 99 Kubah Harus Jauh dari Politik

BERITA.NEWS,Makassar– Masjid 99 Kubah Asmaul Husna akhirnya bisa dimanfaatkan masyarakat, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman minta tidak boleh ada kegiatan politik.

Andi Sudirman mengatakan kehadiran Masjid 99 Kubah Asmaul Husna harus menjadi wadah syiar Islam, bukan jadi tempat kegiatan politik, apalagi jelas Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

“Tidak sembarangan boleh berdiri tempat ini klu dia mengandung makna politik maka mohon maaf tidak bisa di tempat ini,

tidak boleh Masjid ini jadikan sebagai tempat landasan untuk berpolitik,” tegas Gubernur di atas mimbar Masjid 99 Kubah. Sabtu (12/3/2022).

Baca Juga :  Sekprov Sulsel Evaluasi Serapan Anggaran OPD Pemprov

Menurutnya, Masjid 99 Kubah menjadi tempat kegiatan keagamaan, syiar Islam. Sehingga harus jauh dari agenda- agenda yang sifatnya politis.

“Syiar Islam di sini. Jadi lihat nanti kalau mau sudah pemilihan Pilkada pilgub pilek tempat ini harus steril dari tempat calon-calon untuk naik ke tempat mimbar,” jelasnya.

Ia meminta setiap kegiatan yang ingin masuk ke area Masjid 99 Kubah harus betul-betul steril dari bau politik.

Baca Juga :  DKP Sulsel Tanam 38 Ribu Mangrove di Bone

“Kalau mau naik harus melalui filter pemerintah, karena saya sampaikan bahwa ini adalah aset pemerintah,

mengandung konsekuensi ketika ada mengarahkan dan sebagainya,” pungkasnya.

“Termasuk pemanfaatan aset ini dan juga hasil dari pada masjid ini selalu kontrol sistem perbendaharaan pemerintah,” tambahnya.