Anak Perempuan Dibawah Umur, Jadi Korban Kekerasan di Gowa

Ilustrasi (Foto: Int).
Ilustrasi (Foto: Int).

BERITA.NEWS, Gowa — Seorang anak perempuan berusia sekitar 11 Tahun mengalami kekerasan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Kekerasan yang dialami anak tersebut dilakukan oleh seorang IRT tepatnya di Desa Tanrara Kecamatan Bontonompo Selatan, sekitar pukul 13.00 Wita, Senin (7/3/2022) kemarin.

Berdasarkan informasi, Anak perempuan tersebut mengalami kekerasan lantaran di tuduh mencuri. Berita yang viral kasus kekerasan anak inipun, pihak Kepolisian Resort telah melakukan penyelidikan.

“Terkait kasus tersebut, pihak Kepolisian Resor Gowa dalam hal ini Unit PPA masih terus mendalami dan melakukan penyelidikan atas kasus ini,” kata Kasi Humas Polres Gowa AKP M Tambunan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/3/2022).

Tambunan menjelaskan, korban berinisial KA (11) seorang pelajar Sekolah Dasar (SD), sementara pelaku seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial SR (36).

Baca Juga :  Bupati Luwu Terima Penghargaan Kementerian Kesehatan RI atas Capaian 97,28 Persen Vaksinasi BIAN

Karena perbuatannya SR (Red. Pelaku) dilaporkan oleh Tante Korban ke Mapolres Gowa.

“Jadi Informasi yang kami dapat pasca kejadian tersebut, bahwa korban saat ini tinggal bersama tantenya karena kejadian ini lalu tante korban melaporkan hal tersebut ke Polres Gowa,” jelas AKP Mangatas Tambunan.

Kronologis Kejadian, AKP Tambunan mengungkapkan bermula saat pelaku kehilangan uang didalam rumahnya, lalu menuduh korban yang mengambil uang tersebut.

“Karena pelaku emosi lalu mendatangi pelapor (Red. Tante korban), kemudian mencari korban. Saat melihat korban, pelaku langsung menarik tangan kemudian mengangkat lalu melepaskan korban hingga terjatuh di jalan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Basmin Instruksikan Inspektur Daerah Segera Mencanangkan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Birokrasi Bersih

Karena peristiwa tersebut, Kasi Humas Polres Gowa menyampaikan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Gowa agar tidak melakukan aksi kekerasan terhadap anak karena perlakuan kasar terhadap anak akan mempengaruhi mental anak-anak itu sendiri.

“Saya juga mengajak semua  masyarakat menjadi yang terdepan dalam melakukan perlindungan terhadap anak-anak  dari perlakuan orang-orang yang tidak bertanggung jawab dari bentuk kekerasan,” pesannya. (*).