Arham Basmin Respon Positif Pengesahan UU IKN

Ketua KNPI Sulsel Andi Muhammad Arham Basmin Mattayang.

BERITA.NEWS, Makassar – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) di bawah kepemimpinan Andi Muhammad Arham Basmin Mattayang merespon positif pengesahan Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN) oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dalam rapat paripurna ke-13 masa sidang 2021-2022, Selasa 18 Januari 2022 kemarin.

Ketua KNPI Sulsel Arham Basmin mengatakan bahwa dengan disahkannya Undang Undang IKN maka masyarakat Indonesia akan melihat perencanaan pembangunan sosial, ekologi, dan ekonomi secara bersamaan melalui konsep green ekonomi oleh pemerintah pusat.

Bahkan, kata dia, UU IKN diharapkan dapat berkontribusi bagi program peningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam rangka memajukan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.

Baca Juga :  LSM Somasi Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Kota Makassar

“Konsep green ekonomi yang kita maksud adalah, era baru rezim ekonomi Indonesia yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurai rIsiko lingkungan secara signifikan,” ungkapnya, Rabu (19/1/2022).

Kata Arham, UU IKN memiliki semangat pembangunan sumber daya masyarakat. Sehingga patut untuk didukung.

“Mari kita dukung semangat pemerintah Indonesia dalam mendorong dan menciptakan pengambangan Kota Dunia untuk semua. Undang Undang IKN ini semangatnya tidak hanya pada pada konsep pembangunan ekonomi melalui konektivitas antar wilayah, akan tetapi lebih pada pembangunan sumberdaya masyarakat. Karena itu sangat layak kita support,” Ujarnya.

Baca Juga :  LSM Somasi Laporkan Dugaan Korupsi Pembangunan Gedung Layanan Perpustakaan Kota Makassar

Menurutnya, pembangunan IKN tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat di Kalimantan, termasuk keberadaan Sulsel yang secara geografis cukup dekat dengan Kalimantan akan sangat meraksakan manfaatnya.

“Untuk itu, konektivitas antar wilayah saat ini sangat diperlukan dalam rangka menciptakan rantai pasok yang dapat mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi Indonesia,” tutupnya.

  • Muh Asri