Kemenaker: IPK dan Indeks Beban Kerja Sulsel Dekati Jakarta

BERITA.NEWS,Makassar– Kementrian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI sebut Indeks Pembangunan Ketenagakerjaan (IPK) Provinsi Pemprov Sulsel tertinggi kedua setelah DKI Jakarta. Jumat (14/1/2022).

Kemenaker RI menilai Sulsel dapatkan IPK 67,38.  Posisi pertama DKI Jakarta dengan IPK 76,11  hanya berbeda 8,73 dari indeks yang diperoleh.

Sedangkan tingkat intensitas dan beban kerja pemerintah daerah bidang ketenagakerjaan sesuai Permenaker 28 tahun 2016. Sulsel  urutan pertama dengan indeks 67,38.

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi capaian penilaian IPK dan Beban Kerja dari Kemenaker RI mendekati Ibu Kota DKI Jakarta.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Tertibkan 4 Ruko di Latanete Plaza, Jatuh Tempo 2011

“Alhamdulillah, hasil pengukuran indeks pembangunan ketenagakerjaan tahun 2021 Sulsel berada pada peringkat kedua. Sementara, tingkat intensitas dan beban kerja pemerintah daerah bidang ketenagakerjaan, Sulsel berada pada posisi pertama,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Tautoto Tanaranggina menyampaikan IPK dan Indeks Beban Kerja merupakan hasil penilaian kondisi ketenagakerjaan di daerah.

“IPK adalah alat untuk menilai proses pelaksanaan pembangunan ketenagakerjaan, sekaligus diagnostik dan evaluasi kondisi pembangunan ketenagakerjaan secara komprehensif dan holistik,” jelasnya.

Baca Juga :  Tertibkan Aset Latanete Plaza, Pemprov Kosongkan Wisma RedDoorz

Toto ini menyebutkan, bahwa ada 9 indikator penilaian hingga menghasilkan nilai IPK.

“Perencanaan tenaga kerja, penduduk dan tenaga kerja, kesempatan kerja, pelatihan dan kompetensi kerja, produktivitas tenaga kerja, hubungan industrial, kondisi lingkungan kerja, pengupahan dan kesejahteraan pekerja, jaminan sosial tenaga kerja,” terangnya.