15 Anak di Sulsel Terpapar Radikalisme, Kesbangpol Pertegas Wawasan Kebangsaan

BERITA.NEWS,Makassar- 15 anak di Sulawesi Selatan (Sulsel) dilaporkan terpapar radikalisme sepanjang 2021, Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Kesbangpol) Sulsel tegaskan wawasan kebangsaan. Senin (10/1/2022).

Diketahui 15 anak tersebut telah mendapat penanganan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar. Penyebab radikalisme diduga paham turunan dari kedua orang tua sejak dini.

Kepala Kesbangpol Sulsel Asriadi Sulaiman
mengatakan semua pihak harusnya ikut terlibat mengantisipasi paham radikalisme, khususnya pada anak. Salah satunya penguatan wawasan kebangsaan di lingkungan sekolah.

“Mulai dari peningkatan pemberdayaan terutama pengawasan orangtua dan pendidik yang sehari-hari bersama anak ini karena kalau sampai sekarang secara rill laporan belum kami terima mudah- mudahan Dinas yang membidangi terkait anak mau peduli hal ini,” ucapnya.

Baca Juga :  Usulan Pelantikan Andalan Jadi Gubernur Sulsel Sudah di Kemendagri

Asriadi mengatakan penguatan wawasan kebangsaan mestinya masuk dalam konsep pembelajaran pelajar di sekolah. Tujuannya, antisipasi paham-paham radikalisasi tersebut.

“Inikan kita sudah mulai hidup baru, tatap muka di sekolah hampir seratus persen dilaksanakan kita harap covid melandai sehingga model pembelajaran dilakukan ini ikut terkait wawasan kebangsaan kita terutama di kalangan pelajar dan anak,” ujarnya.

Baca Juga :  BPK RI Periksa LKPD 2021, Plt Gubernur Sulsel Minta OPD Koperatif Beri Data

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Makassar Achi Soleman mengatakan telah menangani ke 15 anak tersebut.  Pihak juga telah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan melakukan pembinaan dan layanan kesehatan.

”Yang kami lakukan adalah mereka kami kembalikan ke sekolah umum dan keluarga juga diedukasi,” jelasnya.