BI Sulsel Paparkan Penyebab Inflasi Sepanjang 2021, Sebesar 2,40 Persen

Kepala BI Sulsel Causa Iman Karana (Ist)

BERITA.NEWS, Makassar– Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan menyebut inflasi tetap terkendali sepanjang tahun 2021. Berada di angka 2,40 persen year-on-year (yoy). Dibanding inflasi nasional sebesar 3,0±1 persen. Selasa (4/1/2022).

BI mencatat Inflasi terjadi di seluruh kelompok pengeluaran, terutama Makanan, Minuman, Tembakau, dipengaruhi oleh tingginya permintaan konsumsi. Apalagi jelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Pergantian tahun 2022.

“Komoditas penyumbang inflasi utama diantaranya adalah cabai rawit, minyak goreng, dan cabai merah. Harga minyak goreng meningkat seiring dengan tren peningkatan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia yang masih berlanjut di bulan Desember 2021,” kata Kepala BI Sulsel Causa Iman Karana..

Baca Juga :  Sidak Disperindag Gowa Kelangkaan Minyak Goreng, Temukan 7 Dos di Gudang Alfa Mart

Selanjutnya, ada kelompok Transportasi juga terjadi kenaikan harga tiket angkutan udara, tarif akuntan antar kota dan kendaraan bermotor online, terjadi seiring kebijakan pemerintah longgarkan aturan perjalanan.

“Ada kenaikan harga pada kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga bahan bakar rumah tangga dan kontrak rumah,” paparnya.

Causa Iman mengatakan pihaknya sudah memprediksi kenaikan tersebut. Apalagi menjelang HBKN Natal 2021 dan momen pergantian tahun ke 2022, potensi tekanan inflasi akan meningkat.

“Namun, secara keseluruhan realisasi inflasi Sulsel tetap terkendali dan berada dalam sasaran inflasi nasional pada tahun 2021 yang sebesar 3,0±1%. Pencapaian ini tidak terlepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulsel,” jelasnya.

Baca Juga :  Sidak Disperindag Gowa Kelangkaan Minyak Goreng, Temukan 7 Dos di Gudang Alfa Mart

“Untuk menjaga stabilitas harga di 2022, TPID berkomitmen terus bersinergi dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi yang berfokus pada strategi 4K yaitu Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, Keterjangkauan Harga, dan Komunikasi Efektif) di wilayah Sulsel, baik pada tingkat provinsi, sampai kabupaten dan kota,” pungkasnya.

 

Andi Khaerul