Selama 10 Bulan, Ekspor Sulsel Tembus Rp 16,19 Triliun

BERITA.NEWS,Makassar– Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya dalam pemulihan perekonomian di tengah pandemi Covid-19. Melakukan peningkatan dan pengembangan ekspor, Senin (27/12/2021).

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman terus mendorong ekspor untuk pemulihan ekonomi. Data BPS Januari – Oktober 2021 nilainya sudah mencapai US$ 1.140,43 juta atau setara dengan Rp 16,19 Triliun (kurs Rp 14.200).

Jika dibandingkan tahun 2020 lalu, ekspor Sulsel mengalami pertumbuhan 14,45 persen, hitungan neraca perdagangan Januari-Oktober 2021 mengalami surplus USD 558,9 juta atau Rp 7,93 triliun.

Ada 133 komoditas dari Sulsel yang diekspor, 10 komoditas utama pada periode Januari-Oktober 2021 yakni nikel, rumput laut, carragenan, udang segar, kakao liquor, mete kupas, biji kakao, telur ikan, clinker, ikan olahan.

Baca Juga :  DPRD Sulsel Akan Paripurnakan Kepres Pemberhentian NA

Sementara 10 negara tujuan ekspor utama Sulsel periode Januari-Oktober 2021, yakni Jepang, China, Amerika Serikat, Malaysia, Korea, Rusia, Belanda, Jerman, India, Plilipina.

“Ini salah satu upaya untuk pemulihan perekonomian, yang juga berdampak pada pendapatan masyarakat kita. Kita terus menggenjot untuk peningkatan ekspor, khususnya pada sektor pertanian dan perikanan yang menjadi komoditas utama dari daerah kita ini,” kata Andi Sudirman Sulaiman.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Ashari F Radjamilo, menyampaikan, komoditas dan produk yang berkontribusi ekspor periode Januari-Oktober 2021, yakni dari sektor tambang 63,01 persen, sektor pertanian dan perikanan berkontribusi 19,27 persen, dan sektor industri 17,72 persen,” jelasnya.

Baca Juga :  Target 7 Juta Vaksin, 20 Daerah di Sulsel Lewati 70 Persen Dosis Satu

“Pada periode Maret-Oktober 2021 ekspor Sulawesi Selatan mengalami pertumbuhan sebesar 15,75 persen, dengan total nilai ekspor sebesar USD 957,61 Juta atau setara dengan Rp 13,59 triliun,” sebutnya.