Sidak Pasar Jelang Nataru, Plt Gubernur Sulsel Minta Tindak Pelaku Pemain Harga

BERITA.NEWS,Makassar– Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Sudirman Sulaiman, melakukan inspeksi mendadak (sidak) Pasar Pabaeng-Baeng, Makassar. Antisipasi permainan harga saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Bersama Plt Gubernur, hadir juga Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sujana, Kepala Perum Bulog Kanwil Sulselbar Eko Pranoto, dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Hilman Pujana, untuk meninjau harga kebutuhan pokok jelang Natal dan Tahun Baru.

Andi Sudirman sempat berinteraksi dengan pedagang dan juga pembeli. Ditemukan, harga yang paling mengalami peningkatan tajam yakni cabe. Sebelumnya Rp15-20 ribu perkilo, kini rawit Rp 85 ribu/Kg, cabe keriting Rp 50 ribu/Kg, dan cabe besar Rp 45 ribu/Kg.

“Ada yang memang tinggi itu cabe rawit. Ini karena suplai yang agak berkurang diakibatkan pergantian musim. Kebetulan pada bulan ini juga ada peralihan. Demikian juga dengan banjir di daerah sentra,” jelas Andi Sudirman.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Tertibkan 4 Ruko di Latanete Plaza, Jatuh Tempo 2011

Pemerintah sendiri berperan lebih aktif dalam mengendalikan harga komoditas kebutuhan pokok di pasaran. Kenaikan harga yang terjadi saat ini, sangat memberatkan bagi masyarakat. Melalui operasi pasar, kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan harga sepadan.

“Kita sudah melakukan operasi pasar dan instruksinya pada semua wilayah-wilayah yang tinggi kita akan lakukan operasi pasar untuk beberapa hari ke depan. Termasuk cabe. Kita terus operasi pasar, Insaallah akan stabil dalam beberapa hari ke depan,” tambahnya.

Menurutnya kenaikan harga yang terjadi, karena faktor mekanisme pasar akibat kurangnya pasokan, tetapi permintaan tinggi.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Gelar Turnamen Korpri Cup 1 Antar OPD

“Saya yakin tidak ada permainan (harga) dan juga Pak Kapolda sudah menegaskan ke kita bahwa akan dilakukan penindakan tegas, itu sudah instruksi menyeluruh,” tekannya.

Sementara itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Wilayah VI Hilman Pujana, menyampaikan, KPPU fokus di saluran distribusi, juga telah dipetakan dari hulu ke hilir sampai ke pasar.

“Kami minta untuk tidak bermain-main menghambat pasokan di pasar,” tegasnya.