Atensi Naoemi Octorina, Disabilitas dan Penyintas Narkotika Kerap Diperlakukan Diskriminatif

BERITA.NEWS,Makassar- Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sulsel Naoemi Octorina menunjukkan atensinya kepada para penyandang disabilitas dan penyintas narkotika agar semangat menjalani kehidupan sosialnya, Selasa (21/12/2021).

Naoemi meminta semua pihak agar ikut mendorong dan menunjukkan kepedulian kepada para penyandang disabilitas dan penyintas narkotika, minimal dilingkungan tempat tinggal masing- masing.

Hal itu ditegaskan Naoemi Octarina saat membuka Webinar Sosialisasi Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) dan Kader Posyandu Kelurahan Bontoa, Maros. Kegiatan ini dilaksanakan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi Indonesia (Perdosri).

“Kita semua berharap, para penyandang disabilitas dan juga penyintas narkotika, dapat melaksanakan fungsi sosialnya sebagaimana mestinya, sesuai bakat dan kemampuannya, dan mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.

Menurutnya, proses rehabilitasi bagi penyandang disabilitas dan penyintas narkotika tidak dapat berjalan sendiri-sendiri, harus melibatkan berbagai pihak. Selama ini, kata dia penyandang disabilitas kerap mendapat stigma negatif, hingga perlakuan diskriminatif.

Baca Juga :  Target 7 Juta Vaksin, 20 Daerah di Sulsel Lewati 70 Persen Dosis Satu

“Ada juga yang memanfaatkan kekurangan mereka, padahal mereka berhak mendapatkan segala akses dan posisi yang sama di pemerintahan,” imbuhnya.

Naoemi mengatakan anak-anak disabilitas memiliki bakat yang luar biasa. Tinggal bagaimana kita melakukan rehabilitasi, hingga mereka tetap berpikiran positif bahwa mereka juga punya kesempatan yang sama, dengan anak-anak normal lainnya.

“Mudah-mudahan, tahun 2022 nanti, kegiatan rehabilitasi berbasis masyarakat ini makin berkembang dan memberikan efek positif kepada penyandang disabilitas dan pola pikir masyarakat di lingkungan sekitar, dan pemerintah bisa memberikan ruang atau fasilitas kepada penyandang disabilitas, mulai dari layanan kesehatan, pendidikan dan layanan sosial lainnya,” harapnya.

Baca Juga :  DPRD Sulsel Akan Paripurnakan Kepres Pemberhentian NA

Sementara, Ketua Perdosri Sulawesi-Papua Rumaisah Hasan, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama empat hari ini, 20 – 24 Desember 2021, dalam rangka Peringatan Hari Disabilitas Internasional. Melalui kegiatan ini, ia berharap rehabilitasi bagi penyandang disabilitas tidak lagi dilakukan secara sendiri-sendiri, tapi bekerjasama dengan semua stakeholder.

“Disabilitas bisa terjadi kepada siapa saja. Tidak tertutup kemungkinan, mungkin saja diri kita sendiri atau orang-orang tersayang kita mengalami, maka kemampuan atau pengenalan manajemen disabilitas adalah hal yang perlu disosialisasikan,” terangnya.