Waspada Omicron, Plt Gubernur Sulsel Minta Warga Vaksinasi dan Prokes Covid

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman (Ist)

BERITA.NEWS,Makassar– Pemerintah umumkan temuan pertama kasus varian baru Covid-19, Pelaksana Tugas (Plt) Gubenur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman ingatkan masyarakat vaksinasi dan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Varian baru telah masuk Indonesia, kita butuh doa agar Sulsel dilindungi dan ikhtiar dengan vaksin untuk kekebalan kelompok (herd immunity),” ucapnya. Sabtu (18/12/2021).

Ia menambahkan, untuk fasilitas kesehatan, Pemprov Sulsel memiliki mobile vaccinator (vaksinasi keliling) terutama menyasar daerah yang masih rendah capaian target vaksinasinya.

“Mobile vaccinator dan nakes Pemprov ke kabupaten untuk dioptimalkan dalam rangka capaian target vaksinasi 70 persen akhir tahun,” ujarnya.

Capaian target vaksinasi 70 persen pada kahir Desember ini juga menjadi arahan Presiden Joko Widodo.

Baca Juga :  Plt Gubernur Sulsel Akui Peran Kader dan Alumni HMI Cegah Covid

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo juga secera resmi mengumkan ke publik masuknya varian baru ini pada tanggal 16 Desember 2021 lalu.

“Sebagaimana sudah disampaikan Menteri Kesehatan, varian Omicron sudah terdeteksi di Indonesia di wilayah Indonesia. Ini memang tidak terelakkan karena salah satu karakter varian ini penulannya sangat cepat,” kata Joko Widodo.

Lanjut Jokowi, bahwa bersama-sama sekuat tenaga agar varian ini tidak meluas dan jangan sampai terjadi penyebaran lokal. Waspada penting, tetapi jangan perkembangan ini membuat panik.

“Sejauh ini varian Omicron belum menujukkan karakter yang membahayakan nyawa pasien, terutama pasien-pasien yang sudah mendapatkan vaksin,” sebutnya.

Baca Juga :  Kemenaker: IPK dan Indeks Beban Kerja Sulsel Dekati Jakarta

Adapun update vaksinasi Covid-19 Sulsel 16 Desember 2021, pukul 22.00 WITA (sumber data KPCPEN) dari total sasaran 7.058.141 orang. Vaksinasi 1 sebanyak 4.012.358 (56.85 persen), Vaksinasi 2 sebanyak 2.528.224 (35.82 persen).

5 daerah yang masih rendah capain vaksinasinya, Kabupaten Jeneponto 37,44 persen; Kabupaten Luwu Utara 39,02; Kabupaten Bantaeng 43,18 persen; Kabupaten Bulukumba 43, 65 persen dan Kabupaten Selayar 45,73 persen.

Andi Khaerul-Al Ullah Azhar