Jelang Nataru, Dinas PKH Sulsel Sebut Produksi Ternak Menurun, Termasuk Babi

BERITA.NEWS,Makassar– Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam hal ini Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) menyebut terjadi penurunan produksi ternak di triwulan ketiga hingga Desember 2021.

Data PKH Sulsel di Triwulan Ke-tiga ada 4 produksi ternak alami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2020, Kerbau minus -13,60 persen, Babi -5,77 persen, ayam ras petelur -1,03 persen dan itik -0,43 persen.

Meski begitu, Kepala Dinas PKH Sulsel Abdul Aziz mengatakan jumlah produksi ternak yang menurun, tetap bisa menutupi kebutuhan daging masyarakat. Termasuk, Babi untuk Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Baca Juga :  Tertibkan Aset Latanete Plaza, Pemprov Kosongkan Wisma RedDoorz

“Konsumsi daging agak tinggi apalagi jelang Natal dan tahun baru, ada 2 kabupaten juga belum masukkan data. Populasi stok di Sulawesi Selatan. Daging babi tetap aman jelang Nataru,” ucapnya.

Adapun populasi kerbau 102.362 ekor, Babi 893.555 ekor, Ayam Petelur 13.251.329 dan ternak Itik 6.166.193

“Bulan Desember ini, konsumsi daging sangat meningkat. Namun dari jumlah populasi, stok yang ada masih cukup aman. Kami jamin tidak ada masalah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Tertibkan 4 Ruko di Latanete Plaza, Jatuh Tempo 2011

“Upaya untuk tingkat produksi, kami melalui program kawin suntik sampai sekarang ini kita punya data yang ada tingkat kelahiran itu sudah 52.060 kelahiran selama 2021 melalui kawin suntuk. Sulsel masuk over target dari 48,501 ekor (Sapi Kerbau),” pungkasnya.

Andi Khaerul