KKT Hanya Satu, Tak Ada KKT Pilar-pilaran

BERITA.NEWS, Makassar – Ketua Umum Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Dr Alimuddin, SH, M.Kn menegaskan organisasi paguyuban masyarakat Jeneponto hanya ada satu. Hanya Kerukunan Keluarga Turatea.

“KKT hanya satu. Tidak ada KKT versi lain. Tidak ada KKT pilar-pilaran,” tegas Alimuddin usai rapat koordinasi PP KKT di Hotel Jolin Makassar, Senin (6/12).

Pernyataan Alimuddin ini merespons adanya upaya memecah paguyuban KKT di sejumlah provinsi di Indonesia. Paguyuban itu menamakan dirinya KKT Jeneponto Pilar KKSS.

Alimuddin mengatakan tidak masalah KKT menjadi pilar Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS). Sebagai paguyuban tingkat provinsi, KKSS memang perlu didukung oleh paguyuban masyarakat tingkat kabupaten seperti KKT.

Baca Juga :  Arham Basmin Respon Positif Pengesahan UU IKN

Yang terpenting kata dia, pilar pendukung itu tidak membentuk organisasi baru. Termasuk organisasi di tingkat provinsi. Alasannya, organisasi baru itu berpotensi memecah belah warga paguyuban di tingkat akar rumput.

Menurut dia, masyarakat Jeneponto terutama yang berdomisili di luar Makassar harus terus membangun soliditas dan solidaritas sesama warga Jeneponto di tanah rantau.

Mantan anggota DPRD Sulsel itu menambahkan masyarakat Jeneponto dikenal sebagai masyarakat yang paling kuat persatuannya. Mereka selalu mengedepankan prinsip akbulo sibatang accera sitongka-tongka.

Baca Juga :  Arham Basmin Respon Positif Pengesahan UU IKN

Sekjen KKT, Abdul Rachmat Nur menambahkan organisasi KKT memiliki legal standing yang jelas. Ini dibuktikan dengan Keputusan Menter Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-0001513.AH.01.08 tahun 2021 tentang Perkumpulan Kerukunan Keluarga Turatea.

Keputusan Menkumham itu ditandatangani langsung Dirjen Administrasi Hukum Umum, Cahyo Rahadian Muzhar pada 1 November 2021.