BMKG Sebut Puncak Cuaca Ekstrim Sulsel dengan Intensif Hujan Tinggi di Januari 2022

BERITA.NEWS,Makassar– Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV di Makassar ingatkan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman agar mempersiapkan langkah antisipasi dan penanganan hadapi cuaca ekstrim.

Kepala BMKG Wilayah IV Makassar Darmawan mengatakan puncak cuaca ekstrim dengan intensitas hujan yang tinggi bakal terjadi memasuki bulan Januari 2022. Ia mengingatkan agar pemerintah mulai mempersiapkan mitigasi penanganan.

“Kami informasikan kepada Gubernur bahwasanya ini belum Puncak, kami perkirakan pergerakan puncaknya di bulan Januari. Nah untuk itu kami sampaikan ke pak gubernur supaya melakukan hal yang urgent antisipasi di bulan Januari,” ucapnya.

Menurutnya, intensif yang terjadi pada tanggal 5 hingga 6 Desember kemarin diperkirakan jauh lebih tinggi di bulan Januari mendatang.

Baca Juga :  DPRD Sulsel Akan Paripurnakan Kepres Pemberhentian NA

“Cuaca di tanggal 5 dan 6. Tanggal 5 itu curah hujannya 250 mm kategori sangat ekstrem dan dan tanggal 6 itu 500 mm itu lebih ekstrim lagi. Sangat sangat ekstrem kalau yang ringan itu sampai 25 sedang sampai 50 dan 100 di atas itu lebat. Normalnya di SulSel itu kurang dari 50,” ujarnya.

Lebih lanjut, Darmawan mengatakan intensif hujan di bulan Januari 2022 bisa mencapai 500 hingga 700 mm. Masuk kategori sangat ekstrim.

“Yah akan lebih besar lagi minimal 500 Seperti yang kemarin bisa 600-700 itu luar biasa itu bisa di pertengahan dan akhir karena historis di Januari itu biasanya diakhir terjadi banjir bandang biasanya makanya kita harus antisipasi dari saat ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel - Maluku Siap Kerjasama Jajaki Potensi Daerah

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap langkah antisipasi penanganan bencana. Apalagi sudah mendapat perkiraan dari BMKG.

“Jadi cuaca ini bukan ekstrim tapi sangat ekstrem dengan kondisi intensitas hujan itu 500mm artinya ini luarbiasa sekali. Ini tanggal 6 luarbiasa. Ini kita evaluasi kembali di tim BPBD tidak lain harus ada pemetaan mitigasi. Ini buka menakuti tetapi sadar perkiraan itu ad dari bmkg sehingga ada mitigasi,” tuturnya.

Andi Khaerul