Jelang Nataru, Plt Gubernur: Antisipatif Penimbunan, Spekulasi Harga

BERITA.NEWS,Makassar– Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman minta pemerintah daerah dan Forkopimda ikut berperan lawan praktek penimbunan dan permainan harga jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Hal itu ditegaskan Andi Sudirman hadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Selatan bersama Kabupaten Kota di Sulsel, yang digelar Biro Ekonomi dan Pembangunan Sulsel, di Hotel Grand Claro Makassar.

Andi Sudirman menjelaskan, kegiatan ini digelar untuk mengantisipasi terjadinya inflasi, salah satunya karena menjelang pelaksanaan Natal dan Tahun Baru. Mengingat, dalam setiap pelaksanaan hari raya keagamaan dan kegiatan besar lainnya terjadinya inflasi.

Adanya indikasi spekulasi harga yang dilakukan oleh oknum pedagang. Untuk itu, Plt Gubernur menuturkan, High Level Meeting ini dilaksanakan agar ada rekomendasi dalam mengendalikan harga pangan untuk menjaga kualitas ekonomi di Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Pemprov Sulsel Gelar Turnamen Korpri Cup 1 Antar OPD

“Waktu Ramadhan kita turun bersama Kapolda dan forkopimda ke pasar-pasar, ini Nataru (natal dan tahun baru) kita mau hadapi, bagaimana kita menghindari penimbunan, spekulasi harga, kita bisa lakukan tindakan hukum,” ucapnya.

Plt Gubernur pun menyarankan agar seluruh kepala daerah kabupaten kota kompak untuk menggelar operasi pasar dengan turun langsung memantau harga pangan di pasaran.

“Meminta Bupati Walikota memantau harga stabilitas pangan secara nasional. Kita bisa sama-sama turun mengecek harga. Operasi pasar, ada poin tertentu sebagai stimulan di tempat tertentu ketika ada spekulasi, kita turun untuk stabilitas harga,” tegasnya.

Baca Juga :  Miliki 18 Desa Mandiri, Sekda Bone: Bukti Sinergitas Program Dana Desa dan Pemda

Andi Sudirman juga meminta agar 2022 nanti sudah ada program dalam APBD untuk mengontrol terjadinya inflasi, melihat situasi pangan di pasar yang ditopang dengan kerjasama semua kepala daerah.

“Harapan kita, tahun demi tahun ada trust, ada sinergitas, bagaimana sistem inflasi terkendali. Mudah-mudahan kita melewati tahun ini dengan range 4 sampai 5 persen tatanan ekonomi tidak jauh dari nasional, dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil,” tegasnya.

Andi Khaerul