Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Kemenkes: Waspadai Gelombang Ketiga saat Natal-Tahun Baru

badge-check

					Arsip foto - Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). (ANTARA FOTO/Moch Asim/pras/aa). Perbesar

Arsip foto - Warga melintas di depan mural Lawan Corona di Jalan Wonokromo, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (26/3/2020). (ANTARA FOTO/Moch Asim/pras/aa).

BERITA.NEWS, Jakarta – Seluruh masyarakat Indonesia diimbau untuk tetap waspada terhadap ancaman gelombang ketiga pandemi COVID-19, terutama saat Hari Raya Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, kata pejabat Kementerian Kesehatan RI.

“Saat ini Indonesia masuk ke dalam fase dimana angka kejadian COVID-19 tidak meningkat,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI Widyawati melalui keterangan tertulis, Senin (29/11/2021).

Widyawati mengatakan mobilisasi masyarakat harus dikendalikan semaksimal mungkin, sehingga lonjakan kasus tidak terjadi. Bulan Juli lalu terjadi kasus kematian akibat COVID-19 terbanyak sepanjang pandemi melanda Indonesia.

Sebanyak 32.061 kasus kematian selama periode 1-29 Juli. Jumlah itu empat kali lipat lebih banyak dibandingkan Juni 2021 dengan total 7.913 kasus kematian, kata Widyawati.

Ia mengatakan pemerintah telah memberlakukan pembatasan mobilitas melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk mencegah penularan COVID-19.

“Masyarakat jangan sampai melupakan kejadian di bulan Juli yang menyebabkan banyak kematian akibat COVID-19. Patuhi protokol kesehatan jangan sampai lengah,” katanya.

Untuk mencegah terjadinya gelombang ketiga pandemi COVID-19, kata Widyawati, pemerintah juga menerapkan PPKM Level 3 terhitung mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

Menurut Widyawati, upaya itu dilakukan untuk melindungi masyarakat dari penularan COVID-19. Jangan sampai kebebasan sesaat ketika Natal dan Tahun Batu menyebabkan kasus COVID-19 kembali naik. Akibatnya, akan berdampak buruk bukan dari sisi kesehatan saja, tapi perekonomian jadi tidak berjalan.

“Masih ada masyarakat yang terpapar COVID-19 walaupun sangat kecil. Jadi, tetap laksanakan 3M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak), dan hindari kerumunan, serta kurangi mobilitas,” ujarnya.

Pemerintah juga melakukan percepatan kegiatan vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan kelompok. Masyarakat diimbau tidak memilah-milah jenis vaksin, karena semua jenis vaksin yang disediakan pemerintah adalah vaksin terbaik.

Widyawati mengatakan upaya dari masyarakat pun berperan penting untuk menghindari gelombang ketiga pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Kalau masyarakat peduli dan disiplin protokol kesehatan, COVID-19 ini bisa dicegah dan tidak terjadi gelombang ketiga,” katanya.

  • ANTARA
Comments

Baca Lainnya

Menag Nasaruddin Umar Larang ASN Kemenag Mudik Pakai Kendaraan Dinas, Ini Alasannya

13 Maret 2026 - 23:07 WITA

mudik

Tampil Gemilang di Gebyar Ramadan, Peserta Didik SMPN 21 Sinjai Juara 1 Ceramah dan Kaligrafi

13 Maret 2026 - 20:34 WITA

ramadan

Harga Cabai dan Bawang Mulai Naik, Andi Yuliani Paris Minta Warga Tahan Panic Buying

12 Maret 2026 - 22:26 WITA

dpr

OJK Luncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Usaha dan Ekosistem Bulion

9 Maret 2026 - 12:35 WITA

Influencer Saham BVN Dijatuhi Sanksi Rp 5,35 M, Manipulasi Harga Pasar Modal

24 Februari 2026 - 10:03 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal