Cegah Covid-19 di Kampus, UIM Wajibkan Semua Civitas Akademik Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Rektor UIM, DR Andi Majdah M Zain. (IST)

BERITA.NEWS, Makassar – Berbagai cara yang dilakukan berbagai lembaga yang ada di Kota Makassar Sulawesi-selatan (Sulsel) dalam mencegah penyebaran Covid-19. Meskipun angka kasus covid-19 semakin menurun di  Sulsel

Salah satu lembaga pendidikan yakni Universitas Islam Makassar (UIM) yang memberikan kebijakan kepada semua civitas Akademik untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Rektor UIM, DR Andi Majdah M Zain mengeluarkan kebijakan seluruh mahasiswa dan dosen wajib menginstal Aplikasi PeduliLindungi di handphone masing-masing.
Kebijakan ini dikeluarkan pihak kampus dalam rangka mencegah munculnya virus covid19 klaster kampus.

Diketahui, Aplikasi PeduliLindungi adalah aplikasi gratis yang dapat diunduh di Google Play Store ataupun App Store. Jika sudah mengunduhnya, selanjutnya melakukan pendaftaran agar bisa melihat sertifikat vaksin Covid-19.

“Semua orang yang hendak masuk kampus, termasuk masyarakat umum wajib scan dahulu baru masuk kampus. Otomatis mahasiswa, dosen dan staf demikian. Ini adalah upaya mempermudah pelacakan dan mencegah virus covid19,” ungkap Andi Majdah, Kamis 11 November 2021.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMI dan Masyarakat Desa Tanah Harapan Tanam 100 Bibit Pohon

Untuk diketahui, Aplikasi PeduliLindungi merupakan regulasi ditetapkan pemerintah sebagai syarat untuk masuk ke berbagai aktivitas umum.

“Cara ini untuk mempermudah pelacakan upaya pencegahan munculnya klaster kampus. Dan ini komitmen UIM sejak awal melawan covid19 di Makassar,” katanya.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid19 UIM, dr Wachyudi Muchsin menjelaskan, pihaknya sangat ketat dalam penerapan protokol kesehatan bagi civitas akademi di Kampus UIM. Hal ini tak ada toleransi. Seluruh civitas akademi wajib vaksin dan punya aplikasi PeduliLindungi.

“Program ini telah diluncurkan langsung oleh Ibu Rektor. Sehingga kita ketat penerapannya di lapangan. Wajib pakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan selama berada dalam kampus UIM,” kata dr Wachyudi Muchsin.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMI dan Masyarakat Desa Tanah Harapan Tanam 100 Bibit Pohon

dr Wachyudi Muchsin mengatakan, pihaknya menghimbau seluruh civitas akademika segera vaksin bagi yang belum. Dan segera vaksin kedua yang telah vaksin pertama.

Langkah-langkah Scan QR Code:

– Buka aplikasi PeduliLindungi dan melakukan login
– Klik menu Scan QR Code, kemudian scan QR Code yang ada di lokasi pintu masuk kampus, pilih Chek-In dan tunjukkan hasil QR Code Anda ke petugas kampus.
– Hasil pemindaian akan menunjukkan apakah Anda diizinkan masuk kampus.
– Warna hijau berarti Anda diperbolehkan masuk. Jika muncul warna kuning, petugas akan melakukan verifikasi ulang. Bila merah, Anda dipastikan tidak akan diizinkan masuk oleh petugas.
– Apabila meninggalkan kampus pilih menu posisi Check-In anda kemudian pilih Check-Out.

 

Al Ullah Azhar