Kemendikbudristek Targetkan Empat Kampus Masuk Top 500 Dunia

Tangkapan layar konferensi Week of Indonesia Netherlands Education and Research atau Pekan Pendidikan dan Penelitian Indonesia-Belanda yang diselenggarakan, pada Kamis (28/10). (ANTARA/Dokumentasi Pribadi)

BERITA.NEWS, Jakarta – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Prof Aris Junaidi mengatakan Indonesia menargetkan tiga hingga empat perguruan tinggi masuk dalam 500 besar dunia setiap tahunnya.

“Kami menargetkan paling tidak tiga hingga empat kampus yang masuk dalam kategori 500 besar dunia,” ujar Aris dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (5/11/2021).

Dia menambahkan pihaknya juga berusaha meningkatkan kolaborasi dengan perguruan tinggi dunia lainnya. Dengan sembilan juta mahasiswa, skala pendidikan tinggi di Indonesia berbeda dengan Belanda, yang hanya berjumlah 800.000 mahasiswa.

Baca Juga :  FMI 2021, Dua Dosen Muda UNIKA Raih Penghargaan The Best Paper Award

Namun, Aris Junaidi melihat banyak peluang kerja sama bilateral bagi 5.600 perguruan tinggi di Indonesia.

“Internasionalisasi salah satu prioritas kami. Selain itu, kesempatan belajar yang fleksibel seperti yang dirumuskan dalam ‘Kampus Merdeka’ juga dapat mencakup pertukaran internasional,” kata dia.

Direktur Kebijakan Internasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Ilmu Pengetahuan Belanda Gerbert Kunst mengatakan terdapat sejumlah peran strategis diplomasi pengetahuan.

“Kerja sama dengan Indonesia sangat dihargai di Belanda, baru-baru ini ditegaskan kembali oleh Parlemen Belanda”, kata Kunst.

Baca Juga :  Makin Siap, Pekan Raya Jurnalistik dan Milad Ke-16 Siap Meriahkan Mall Nipa

Kunst menambahkan Indonesia dan Belanda perlu membangun hubungan yang telah terjalin lebih kuat lagi. “Model triple helix, yakni interaksi antara akademisi, industri, dan pemerintah menawarkan arahan untuk kerja sama di masa depan,” tambah Kunst.

Kunst menambahkan tujuan pembangunan berkelanjutan adalah tentang melibatkan masyarakat. Belajar dari praktik terbaik dan berbagi hasil penelitian melalui publikasi akses terbuka sangat penting dalam mencapai SDGs.

  • ANTARA