Vaksinasi Sejumlah Kabupaten di Jateng Masih di Bawah 50 Persen, Ini Kendalanya

Vaksinasi Covid-19 untuk pelajar di Kabupaten Temanggung terus digenjot guna mendukung Pembelajaran Tatap Muka (PTM), seperti yang dilakukan pada Senin (18/10/2021) lalu.

BERITA.NEWS, Semarang – Dinas Kesehaten (Dinkes) Jawa Tengah mencatat persentase jumlah warga yang telah menjalani vaksin di Provinsi Jawa Tengah hingga kini telah mencapai 60 persen. Pencapaian ini pun dinilai sudah bagus, dan tetap akan terus digenjot.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah Yulianto Prabowo seusai Rapat Penanganan Covid-19 di Kantor Gubernur, di Kota Semarang, Senin (1/11/2021).

“Sudah 60 persen lebih. Ini sudah bagus sekali,” kata Yulianto.

Yulianto mengatakan bahwa meski pencapaian vaksin menunjukkan hal yang bagus, namun masih ditemukan adanya kabupaten yang masih di bawah 50 persen vaksinasinya. Dengan jumlah disparitas atau perbedaan yang masih tinggi.

“Disparitasnya di beberapa kabupaten yang masih agak ketinggalan ini perlu percepatan-percepatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Genjot Vaksinasi, Begini Yang Dilakukan Kecamatan Lilirilau Soppeng

Dia pun menyebutkan daerah yang vaksinasinya masih di bawah 40-50 persen di antaranya Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Tegal, Purbalingga, Batang, Jepara, Wonosobo, Pemalang, Brebes, Grobogan, Pekalongan, Kabupaten Magelang, Kebumen, dan Pati.

Vaksinasi di daerah-daerah tersebut akan digenjot lebih cepat.

Kadis Kesehatan ini juga mengungkapkan sejumlah kendala daerah yang vaksinasinya masih di bawah 50 persen.

Menurutnya, kendala itu di antaranya karena sasarannya masih sulit diajak vaksinasi, terbatasnya jumlah vaksinator, dan jumlah faskes yang melayani vaksinasi.

Tidak hanya itu, menurutnya, komitmen dari pemerintah daerah juga perlu didorong, mengingat masih ada tempat dengan kesadaran vaksinasi yang masih rendah.

“Lansia ini memang agak lambat. Lalu juga disabilitas, ibu hamil, penderita komordibitas. Ini memang kecepatannya enggak seperti yang lain,” terangnya.

Baca Juga :  Jelang Nataru, Plt Gubernur: Antisipatif Penimbunan, Spekulasi Harga

Dia meminta agar strategi jemput bola dilaksanakan secara simultan bersama, seperti yang dilakukan pemerintah kabupaten/kota, termasuk di puskesmas, sampai tingkat kecamatan.

Dijelaskannya, pelayanan vaksinasi itu akan lebih efektif pada komunitas yang lebih rendah. Contohnya, tingkat RW, RT, desa, kelurahan.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas sehari-hari guna mencegah penyebaran Covid-19.

  • Yon