Ekspresikan Diri dengan Tetap Hargai Karya Orang Lain di Dunia Digital

BERITA.NEWS, Konawe – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 29 Oktober 2021 di Konawe, Sulawesi Tenggara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Posting Konten? Hargai Karya Orang Lain”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Wadek 1 FEBI IAIN Manado, Andi Mukarramah Nagauleng; narablog dan kreator konten digital, Valentina Melati; jurnalis, Fahmi Gobel; serta Plt. Direktur Manajemen Kekayaan Intelektual BRIN, Ragil Yoga Edi. Adapun sebagai moderator adalah Linda Setiawati. Kegiatan yang diadakan secara gratis ini diikuti oleh 746 peserta dari berbagai kalangan usia maupun profesi. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi pemaparan, pemateri pertama adalah Andi Mukarramah Nagauleng yang membawakan tema “Digital Skill, Mengenal Macam-macam Aplikasi Percakapan, Perbedaan, dan Fitur-fiturnya”. Beberapa aplikasi percakapan populer, antara lain WhatsApp, Telegram, Signal, Facebook, dan Instagram. “Jejak digital adalah representasi dirimu. Membangun jejak digital positif caranya dengan memilah informasi yang akan disebar, jangan mudah percaya berita tidak masuk akal, gunakan kata sandi rumit agar tidak mudah diretas,” jelas Mukarramah.

Baca Juga :  Makin Siap, Pekan Raya Jurnalistik dan Milad Ke-16 Siap Meriahkan Mall Nipa

Berikutnya, Valentina Melati menyampaikan materi berjudul “Etika Menghargai Karya atau Konten Orang Lain di Media Sosial”. Etika menghargai karya atau konten orang lain di media sosial, di antaranya dengan memberi saran dan kritik membangun, diam jika tidak suka karya tersebut, tidak menjiplak karya orang lain, meminta izin jika ingin menggunakan karyanya, dan jangan nikmati karya bajakan. “Cara repost karya orang lain adalah mencantumkan sumber, meminta izin pada creatornya, dan ucapkan apresiasi,” tukasnya.

Sebagai pemateri ketiga, Fahmi Ghazali Gobel membawakan tema “Digital Culture: Memahami Batasan dalam Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital”. Yang bisa dibagikan di media sosial, diantaranya informasi, opini, minat, kritik membangun. Yang tidak perlu dibagikan, antara lain identitas diri, status keuangan pribadi, lokasi saat ini, alamat dan nomor telepon pribadi, serta tangkapan layar percakapan pribadi. “Ekspresi kebebasan berpendapat di media sosial jangan sampai terjebak dalam kasus pidana karena ada UU ITE yang mengatur,” katanya.

Adapun sebagai pemateri terakhir, Ragil Yoga Edi menyampaikan tema “Digital Safety: Perlindungan Kekayaan Intelektual di Ranah Digital”. Hak cipta di internet mencakup perlindungan atas karya fotografi, potret, buku, lagu, karya sinematografi, drama, perwajahan karya tulis, kompilasi ekspresi, dan lain-lain objek yang masuk konten digital. “Cara menghindari pelanggaran yaitu dengan menghubungi pemilik untuk meminta izin, cantumkan sumber, bikin parafrase, dan manfaatkan konten open-source atau domain publik,” pungkasnya.

Baca Juga :  Diduga Mangkrak, Polda Beri Sinyal Bakal Selidiki Proyek Pasar Tempe

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Dalam kesempatan tersebut, panitia memberikan uang elektronik senilai masing-masing Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

“Bagaimana cara menghindari pelanggaran UU ITE di dunia media sosial pada saat ini?” tanya Muhammad Idzna Farid, salah seorang peserta webinar kepada Ragil Yoga Edi. Menanggapi pertanyaan tersebut, Ragil mengatakan, “Kita tidak boleh melakukan hal yang dilarang UU. Tapi, sebenarnya kalau standar etika kita tinggi di dunia internet, kita relatif aman dari UU ITE maupun UU Hak Cipta atau UU pidana lain. Kalau menurut saya, perilaku kita pakai high standard, sehingga standar etika itu yang kita gunakan, tidak hanya di luring, tetapi juga daring.”

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.