Perbaiki Jalanan di Dua Desa, Dinas PUPR Luwu Datangkan 1.200 Karung Aspal Buton

BERITA.NEWS, Luwu – Banyaknya ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan khususnya jalan aspal, mengundang keresahan warga pengguna jalan.

Karena itu, Dinas PUPR selaku leading sektor kegiatan pemeliharaan rutin jalan terus melakukan penanganan.

Untuk tahun anggaran 2021, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Luwu melalui Dinas PUPR akan melakukan pemeliharaan jalan aspal di sejumlah ruas yang berbeda.

Dalam keterangannya, Plt Kabid Preservasi Jalan Dinas PUPR Luwu Rahmat ST menyebut jika kegiatan pemeliharaan rutin jalan aspal tahun ini berbeda dari sebelumnya.

“Tahun ini kita menggunakan aspal Buton jenis CPHMA atau campuran aspal panas hampar dingin,” ujarnya.

Rahmat menjelaskan, untuk tahap kedua ini Dinas PUPR kembali mendatangkan ‘aspal karung’ sebanyak 30 ton atau setara dengan 1.200 karung.

Jumlah ini rencananya untuk menutupi kerusakan aspal di dua ruas, masing-masing ruas Desa Barowa Kecamatan Bua dan ruas Desa Malela Kecamatan Suli.

Baca Juga :  Kunjungi Asrama Luwu di Makassar, Ini Pesan Bupati Basmin Mattayang

Sebelumnya, Dinas PUPR telah melakukan pemeliharaan jalan aspal di empat ruas yang berbeda dengan aspal Buton sebanyak 40 ton.

Plt Kadis PUPR Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT (Daffa Ikhsan) yang ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/10/2021) kemarin membenarkan jika pihaknya telah memesan 70 ton asbuton tahun ini.

“Distribusinya dua tahap. Tahap pertama 40 ton dan kedua 30 ton yang digunakan di enam ruas jalan yang tersebar di beberapa kecamatan,” sambung Kadis Ikhsan.

Meski jumlah ini diakui belum cukup memenuhi kebutuhan dibanding jumlah ruas yang rusak, setidaknya pemerintah daerah telah berupaya untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan berkendara.

Mantan Kabag UKPBJ Luwu ini juga menambahkan, pilihan menggunakan aspal jenis CPHMA, selain pelaksanaannya lebih praktis dengan harga ekonomis, juga untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penggunaan produk dalam negeri.

Kelebihan lain dari Asbuton, lanjut Ikhsan karena memiliki ketahanan dan elastisitas yang tinggi dibanding aspal minyak atau ekstrasi.

Baca Juga :  Sesuai Perintah Bupati, Disperkim Luwu Akan Perbaiki Asrama Mahasiswa di Makassar

“Jika aspal ini terkena panas atau hujan, permukaannya menjadi semakin kuat dan padat sehingga kemungkinan mengalami keretakan sangat kecil,” kata Ikhsan.

Untuk diketahui, sejak 2020 dengan tingginya harga minyak, pemerintah memikirkan menggunakan aspal alternatif.

Aspal alam yang diproduksi di Buton Sulawesi Tenggara ini adalah salah satu pilihan dan telah teruji di beberapa jalan nasional.

Asbuton khususnya jenis CPHMA (Cold Paving Hot Mix Asbuton) dilakukan secara pabrikasi kemudian didistribusikan dalam kemasan. Selanjutnya dapat dihampar dan dipadatkan dalam kondisi dingin.

  • Muh Asri