Kembali Diminta Maju Calon Bupati Sinjai, Ambarala Enggan Terlalu Jumawa

Hasan Basri Ambarala (BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS, Makassar – Nama mantan Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah (Otda) Pemprov Sulsel Hasan Basri Ambarala kembali disebut-sebut sebagai Bakal Calon Bupati di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Sinjai mendatang.

Salah satu Pejabat senior Pemprov Sulsel yang saat ini menjabat Staf Ahli Gubernur itu mengatakan desakan untuk maju kali ketiga sebagai Calon Bupati Sinjai masih saja berdatangan dari, kerabat, keluarga dan simpatisan dirinya yang masih setia.

Meski masih banyak dukungan dari simpatisan dan masyarakat. Ambarala enggan terlalu Jumawa dan berbesar hati. Dikatakan, perlu melihat lebih jauh lagi situasi dan kondisi. Apalagi masih ada waktu 2 tahun menuju Pilkada.

“Saya berterima kasih dan menghargai keinginan memanggil kembali bertarung namun kendati pun ada keinginan dari bawah kita harus ukur diri dulu baru mengambil keputusan,” kata Ambarala. Kamis (21/10/2021).

Baca Juga :  Bus Terbakar di Km 433 Tol Semarang-Solo

Menurut dia, terjun di dunia politik itu dinamikanya lain dari dunia pemerintahan yang dia lakoni selama ini. Karena itu, untuk bersikap maju sebagai calon bupati, harus ada pertimbangan yang matang dulu sebelum memutuskan.

“Sebagai manusia yang ingin sukses, yang namanya keiinginan itu pasti ada. Tapi kita harus ukur dulu kekuatan, apakah animo masyarakat lebih dominan atau tidak untuk diri ini,” ujar Ambarala yang juga wartawan Fajar era tahun 80-an.

Baginya sangat apresiasi keinginan keluarga dan kolega yang menginginkan dirinya mencalonkan kembali sebagai Bupati.

Baca Juga :  Penyerahan DIPA 2022, Sulsel Kecipratan APBN Rp 48,68 Triliun

“Tapi orang pernah gagal dua kali jadi calon, mesti tahu diri minimal ada tolak ukur dulu baru mengambil keputusan. Kita tunggu saja nanti saya mengambil keputusan apalagi masih ada 2 tahun waktunya,” ujarnya.

“Yang pasti biarkan mengalir dulu. Kalau animo masyarakat tinggi akan menjadi pertimbangan khusus untuk mengambil keputusan,” tandas Direktur Pusat Kajian Budaya dan Ilmu Pemerintahan Indonesia tersebut.

 

Andi Khaerul