Prestasi di PON Papua, Manajer Sepak Takraw Sulsel Bagi Bonus 200 Juta untuk Atlet dan Pelatih

BERITA.NEWS, Makassar – Manajer Tim Sepak Takraw Sulsel untuk PON XX Papua, Haji Suryanto, bagi-bagi bonus bagi atlet dan pelatih yang diserahkan di kediaman Ketum PSTI Sulsel, Kadir Halid, Selasa (19/10/2021) malam.

Pembagian bonus bagi atlet dan pelatih sepak takraw Sulsel ini, tidak lepas dari prestasi membanggakan yang diukir di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Tim sepak takraw Sulsel menasbihkan diri sebagai juara umum di tingkat cabang olahraga (Cabor) dengan mengumpulkan dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

Prestasi itu kian istimewa seiring Quadran putra dan putri berhasil mengawinkan medali emas. Raihan dua medali emas tersebut, sekaligus mengantarkan sepak takraw menjadi cabor yang menyumbangkan medali emas terbanyak kedua bagi kontingen Sulsel di PON XX Papua.

Diketahui, Kontingen Sulsel di PON XX Papua harus puas menduduki peringkat 11 dengan meraih 11 emas, 13 perak, dan 13 perunggu.

Baca Juga :  Ratusan Offroader Berkumpul di Malino

Penyerahan bonus bagi atlet dan pelatih, Manajer Tim Sepak Takraw Sulsel untuk PON XX Papua, Haji Suryanto bersyukur atas hasil yang diraih Tim Sepak Takraw Sulsel di PON XX Papua.

Diakui Haji Suryanto, capaian yang diukir atlet dan pelatih sepak takraw Sulsel, sangat membanggakan. Hal ini pun mendorong dirinya, memberikan apresiasi khusus kepada pahlawan olahraga Sulsel.

“Total ada Rp200 juta bonus yang diberikan kepada atlet dan pelatih,” kata Haji Suryanto.

Sementara itu, Ketum PSTI Sulsel, Kadir Halid berujar, prestasi yang diukir atlet sepak takraw Sulsel, jangan berhenti sampai di PON.

Bahkan, kata Kadir Halid, prestasi tersebut harus ditingkatkan dengan membawa Indonesia menjadi juara di event olahraga internasional.

Baca Juga :  Greysia/Apriyani Tak Kecewa Hanya Runner-up Indonesia Open

Sementara itu, Atlet Sepak Takraw Sulsel, Kusnelia mengucapkan terima kasih kepada Manajer Tim Sepak Takraw Sulsel yang sudah membuktikan janjinya.

“Jadi sebelum berangkat (bertanding di PON XX Papua, red), kami dijanjikan bonus. Dan janji tersebut dibuktikan,” sebutnya.

Adapun Sekum PSTI Sulsel, Nukhrawi Nawir berujar, sepak takraw Sulsel tidak boleh lengah untuk mempersiapkan atlet lapisan 2 dan 3.

“Sehingga regenerasi atlet berjalan dengan baik dan dapat mempertahankan tradisi medali di PON,” sebut Nukhrawi.

Maka dari itu, kata Nukhrawi, perlu pembinaan atlet usia dini dan kompetisi yang selalu ada dan berkualitas.