Pengguna Internet Melimpah, Potensial untuk Sebarkan Konten Budaya Lokal  

BERITA.NEWS, Gowa – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 19 Oktober 2021 di Gowa, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Kegiatan dengan tema “Ayo Kampanyekan Bangga Budaya Indonesia di Internet” ini diikuti 350 peserta.

Empat orang narasumber tampil dalam seminar kali ini. Masing-masing yakni, pegiat literasi & fungsionaris FORHATI, Hafsah Shufiah; pemengaruh, Fadel Hidayat; Founder Sanggar Budaya Mintiro Ada, Muhammad Syafaat; anggota NETFIO Sulsel, Fitrah Juniarti. Sedangkan moderator yaitu Humaerah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi materi, Hafsah Shufiah sebagai narasumber pertama hadir membawakan paparan bertema “Menyambut Generasi Alfa, Peluang, dan Tantangan Digital”. Menurut Hafsah, generasi alfa merupakan sebutan demografis untuk penduduk yang lahir sekitar tahun 2010 hingga 2020. Generasi ini bergantung dengan teknologi, bahkan diprediksi lebih terdidik dan akan lebih sejahtera. Sehingga, mereka membutuhkan kecerdasan dan keterampilan digital untuk bersosial, modal penghidupan, serta bertahan hidup. “Keterampilan bertahan hidup diperlukan dalam menghadapi kehidupan, dunia kerja, dan kewarganegaraan,” jelasnya.

Baca Juga :  Biar Kasus NA Terang-benderang, LAKSUS Minta KPK Keluarkan Sprindik Baru

Selanjutnya, Fadel Hidayat menyampaikan paparan berjudul “Bijak Sebelum Mengunggah di Media Sosial”. Ia mengatakan, meskipun negara menjamin kebebasan berpendapat, namun ada batasan dalam menyuarakan sesuatu di internet sebagaimana telah diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Beberapa di antaranya: konten atau komentar harus sesuai fakta, menggunakan bahasa yang sopan, bermanfaat dan tidak melukai orang lain, informatif dan dapat dipertanggungjawabkan, serta dapat membantu orang lain. “Kita harus menjaga dan menghormati privasi sendiri dan orang lain,” tutur dia.

Pemateri ketiga, Muhammad Syafaat, memaparkan materi bertema ”Budaya Lokal dan Literasi Digital”. Menurut dia, era digital membawa peluang dan tantangan. Di satu sisi, budaya lokal terancam hilang akibat derasnya informasi dari berbagai budaya di luar. Sisi baiknya, era digital membuka akses dan peluang dalam membagikan informasi kebudayaan lokal. “Manfaatkan kekuatan pengguna internet Indonesia untuk berbagi konten kebudayaan  lokal,” katanya.

Fitrah Juniarti, sebagai narasumber terakhir, menyampaikan paparan berjudul “Mari Memahami Apa Itu Internet”. Ia mengatakan, internet sehat merupakan proses edukasi dengan memberikan pemahaman agar dapat memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatifnya. Sejumlah kejahatan yang terjadi di internet, antara lain perundungan siber, hoaks, ancaman privasi, serta bahaya kecanduan internet bagi anak. “Orangtua perlu belajar menjaga keamanannya di internet dan memberikan contoh yang baik pada anak-anak,” ujarnya.

Baca Juga :  Diduga Mangkrak, Polda Beri Sinyal Bakal Selidiki Proyek Pasar Tempe

Selanjutnya, moderator membuka sesi tanya jawab yang disambut meriah oleh para peserta. Selain bisa bertanya langsung kepada para narasumber, peserta juga berkesempatan memperoleh uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Salah seorang peserta, Alwi Ikbal, bertanya tentang seberapa efektif pendidikan dengan pemanfaatan teknologi. Menanggapi hal tersebut, M Syafaat bilang, model pembelajaran daring saat ini terbilang kurang efektif, salah satunya karena kurangnya peran orangtua dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.