Hari Jadi Sulsel ke 352, Plt Gubernur Singgung Sistem Keuangan Pemprov ‘Amburadul’

BERITA.NEWS, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Gubenur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengaku sejumlah persoalan di internal Pemerintah Provinsi (Pemprov) perlahan mulai teratasi. Menjadi capaian jelang Hari Ulang Tahun (HUT) Sulsel ke 352. Senin (18/10/2021).

Andi Sudirman mengatakan beberapa masalah seperti, sistem keuangan Pemprov yang amburadul dengan utang atau devisit membuatnya harus memeras anggaran untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Termasuk sistem keuangan kita yang tadinya perkiraan sampai triliunan rupiah devisit, bisa kita recover menuju batas toleransi. Kita bisa membayar utang ratusan miliar rupiah, menyelesaikan program-program yang mandek dari beberapa tahun, dan merecovery program-program strategis,” jelasnya.

Diketahui, utang Pemprov Sulsel ke pihak ketiga terkait pengerjaan proyek khusus di Dinas PUTR pernah mencapai Rp182 miliar lebih, terdiri dari Bidang Bina Marga sebesar Rp170 miliar, dan Badan SDA Rp12 miliar.

Baca Juga :  Milad ke 109, Plt Gubernur Sulsel Puji Peran Muhammadiyah Tangani Covid-19

Sedangkan anggaran bantuan daerah berasal dari pinjaman PEN melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) di kas daerah hanya tersisa Rp71 miliar, dari alokasi pinjaman awal diterima pada tahap pertama Rp903,9 miliar lebih, dengan total rencana pinjaman Rp1,388 triliun lebih.

Selain itu, Salah satu yang menjadi fokus Pemprov di 352 Tahun Sulsel, yakni upaya penyelamatan aset yang akan dilakukan secara perlahan tapi pasti. Dimana ada sejumlah aset pemerintah yang diakuinya harus dimanfaatkan dan diselamatkan.

Seperti halnya, laham masjid Al Markaz Al Islami yang nilainya triliunan, setelah beberapa tahun kalah dalam sidang gugatan pihak ketiga, akhirnya menang dalam kasasi. Kemudian, Gedung Juang 45 juga sudah diakuisisi oleh Pemprov setelah dikontrak oleh pihak ketiga selama 30 tahun.

Baca Juga :  Kapolres Paparkan Inovasi Program Pelayanan, Berharap Polres Sinjai Dapat Predikat WBK

“Termasuk tanah tumbuh yang nilainya ratusan miliar yang menjadi kewenangan provinsi harus kita selamatkan. Lego-lego yang tadinya nihil pendapatan, kita sudah recovery. Sudah ada pendapatan Rp 6 miliar, sudah dikelola Perusda dengan manajemen yang baik dan nanti akan kembali ke kita lagi,” jelasnya.

Andi Khaerul