Nol Kasus Covid-19, Wali Kota Parepare: Mari Kita Tetap Jaga Prokes

Walikota Parepare Taufan Pawe.

BERITA.NEWS, Parepare – Kota Pare-pare Sulawesi-selatan (Sulsel) tetap mempertahankan nol kasus Covid-19 hingga 15 Oktober 2021.

Kondisi ini berlangsung sejak akhir pekan lalu, dan bertahan hingga beberapa hari ini. Nol kasus positif aktif, nol pasien Covid-19 di rumah sakit, dan tidak ada kontak erat atau suspect dalam pemantauan.

Meski demikian, Wali Kota Parepare, Taufan Pawe meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tidak euforia, jangan lengah, tetap patuh protokol kesehatan hingga Covid-19.

“Alhamdulillah, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Parepare terus menurun. Bahkan sekarang sudah nol kasus. Itu berkat kerja sama kita semua, dan terutama perjuangan tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah untuk menjadi garda terdepan. Terima kasih, ta pada salama ki semua,” kata Taufan Pawe beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Wakili Gubernur, Amson Padolo Tekankan Tata Kelola Data Pemerintah Terintegrasi

Wali Kota dua periode ini mengajak semua masyarakat yang belum vaksinasi agar mendatangi Puskesmas-puskesmas terdekat, untuk mendapatkan vaksin. Demi menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) agar virus tidak menyebar lagi.

“Insya Allah ketika masyarakat Kota Parepare telah menjalani vaksinasi, maka akan terbentuk herd immunity. Kehidupan bermasyarakat akan pulih normal kembali dan akan diikuti dengan kebangkitan ekonomi,” harapnya.

Saat ini, Kota Parepare dalam status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2. Itu berdasarkan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Kota Parepare terbaru, Nomor 060/53/GT.Covid19, 5 Oktober 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 2 untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kota Parepare. Surat Edaran berlaku mulai 5 Oktober 2021 sampai dengan 18 Oktober 2021.

Baca Juga :  Metode 'Door to Door' Mudahkan Lansia Dapat Vaksin

Secara umum dalam Surat Edaran ini, tetap membatasi kegiatan masyarakat, namun ada beberapa yang mulai dilonggarkan. Seperti jam operasional warung makan, kafe, restoran dilonggarkan hingga pukul 22.00 Wita, dari sebelumnya 21.00 Wita. Itu dengan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan. Dan pesan antar atau take-away sampai pukul 23.00 Wita. Tapi masih belum dibolehkan kegiatan live music.