Tak Ada yang 100 Persen Aman di Dunia Digital, Lindungi Datamu

BERITA.NEWS, Kab. Gorontalo – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 15 Oktober 2021 di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Menghindari Pencurian Data”.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari kreator konten digital, Yohana Djong; kreator konten sekaligus pendiri Bicara Project, Joddy Caprinata; former B2B partnership di LOKET, Hari Farisca; dan CEO PT Palapa Digital Elektronik Indonesia, Aly Hasny. Kegiatan kali ini diikuti oleh 328 peserta dari berbagai kalangan. Adapun sebagai moderator adalah Tristania Dyah. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Sesi dilanjutkan dengan pemaparan materi yang dibuka oleh Yohana Djong dengan tema “Kecakapan Digital: Pentingnya Mengetahui Seluk-Beluk Dunia Digital”. Kelebihan informasi digital adalah menghemat waktu, tenaga, biaya, serta membuka peluang pasar lebih luas. Kekurangannya, rentan kejahatan digital, menjadi malas berkomunikasi dengan orang lain, dan adiksi media sosial. Adapun identitas digital merupakan kumpulan catatan digital yang mewakili seorang warga. “Ini berkaitan dengan bagaimana kita ingin dikenal di dunia maya,” katanya.

Baca Juga :  Nadiem: Banyak Program pada 2022 untuk Tingkatkan Kualitas para Guru

Berikutnya, Joddy Caprinata menyampaikan materi berjudul “Isu-isu Etika Digital dan Penggunaan Teknologi”. Jejak digital bisa berupa kegiatan mengirim pesan elektronik, mengunjungi laman situs, mengunggah konten, memasukkan data pribadi, dan aktivitas internet banking. Rekam jejak yang baik dapat menghindarkan kita dari di-banned dan terkena pidana UU ITE. “Tips dan triknya: lakukan saring sebelum sharing, lindungi informasi pribadi, lestarikan etika dalam bermedia sosial, dan lengkapi sistem ganda keamanan,” tutur Joddy.

Sebagai pemateri ketiga, Hari Farisca membawakan tema “Mengenal Lebih Jauh tentang UU ITE terkait Perlindungan Data Pribadi: Digital Skills”. UU ITE diciptakan dengan tujuan memberikan rasa aman, keadilan, dan kepastian hukum. Pasal dalam UU ITE yang sering dilanggar: pelanggaran hak cipta, pencemaran nama baik, ujaran kebencian, muatan perjudian, hoaks, dan peretasan. “Cara cek data pribadi bocor atau tidak di internet, bisa lewat www.avast.com, haveibeenpwned.com, dehashed.com, dan monitor.firefox.com,” jelasnya.

Pemateri terakhir, Aly Hasny menyampaikan tema “Phishing: Apa dan Bagaimana Cara Menghindarinya”. Phising adalah tindakan yang bertujuan memancing informasi rahasia, baik itu username, kata sandi, atau PIN target. Kasus phising meningkat karena selama pandemi Covid-19 jumlah pengguna internet bertambah signifikan. “Cara mencegah: periksa akun secara rutin, aktifkan otentikasi dua langkah, pastikan ejaan URL resmi dan aman (https), hati-hati mengeklik tautan, dan pasang perangkat lunak untuk keamanan internet,” pungkasnya.

Baca Juga :  AMBF 2021, Kantor BI Sulsel Bantu Pelaku UMKM Tembus Pasar Global

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Salah satu pertanyaannya, “Apakah data-data yang kita berikan saat verifikasi berbagai aplikasi digital itu aman dari kebocoran? Apa yang harus kita lakukan jika ternyata data tersebut bocor?” tanya Hadi Syarifuddin kepada Yohana Djong.

“Di dunia ini tidak ada yang 100 persen aman, termasuk sistem keamanan tercanggih sekalipun. Tetapi, kalau institusi keuangan atau perusahaan yang cukup besar, menurut saya sistem keamanannya mencapai 99,99 persen. Jika ingin mengunduh aplikasi, cermati ulasan pengguna sebelumnya sebagai bahan pertimbangan. Jika terjadi kebocoran, mungkin kita bisa meminta bantuan orang-orang yang bisa menurunkan data kita yang tersebar,” jawab Yohana Djong.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.