Ahkam Basmin: SIPD Menjadi “Benda” Yang Harus Dikenali dan Diakrabi Semua OPD

Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Andi Ahkam Basmin, saat Bimtek Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) tentang penatausahaan keuangan daerah di Aerotel Smile, Jumat (15/10/2021).

BERITA.NEWS, Luwu – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Luwu, Andi Ahkam Basmin, mengatakan bahwa Bimbingan Teknis (Bimtek) Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) tentang penatausahaan keuangan daerah akan berlangsung selama dua hari.

“Tentang percepatan implementasi sistem infomasi pemerintah daerah, maka SIPD menjadi suatu “benda” yang mau tidak mau, suka tidak suka harus dikenali dan diakrabi oleh segenap unsur OPD. Karena SIPD itu sendiri memiliki tujuan untuk memfasilitasi seluruh proses perencanaan, transaksi keuangan, hingga pelaporan keuangan seluruh pemerintah daerah di seluruh Indonesia,” kata Ahkam Basmin saat acara Bimtek SIPD tentang penatausahaan keuangan daerah di Aerotel Smile, Jumat (15/10/2021).

Bimtek SIPD ini dibuka secara resmi oleh Bupati Luwu H Basmin Mattayang.

Hadir dalam kegiatan ini, Horas Maurits Panjaitan selalu Direktur Pelaksan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), para Kepala OPD Lingkup Pemkab Luwu serta.

Ahkam menambahkan, tujuan sesungguhnya yang ingin dicapai dengan adanya SIPD itu sesungguhnya untuk memudahkan, menyatukan data perencanaan, keuangan, dan pelaporan seluruh daerah di Indonesia.

Menggunakan template yang sama untuk perencanaan, keuangan, dan pelaporan, dan melakukan inovasi pemanfataan elektronifnkasi transaksi untuk seluruh pemerintah daerah di seluruh Indonesia melalui Bank Pemerintah Daerah dan Bank Negara.

Baca Juga :  Sesuai Perintah Bupati, Disperkim Luwu Akan Perbaiki Asrama Mahasiswa di Makassar

“Seperti yang diutarakan Pak Bupati, teman-teman usai mengikuti kegiatan ini harus bisa menjalankan SIPD dan tidak melibatkan orang lain yang bukan menjadi tanggung jawabnya,” ujarnya.

Dilaporkan Kepala BKPSDM, peserta Bimtek SIPD penatausahaan keuangan daerah ini berjumlah 172 orang yaitu, terdiri dari Kepala Sub Bagian Keuangan/Program, Bendahara dan Operator Keuangan/ Operator Simda.

Sementara itu, Horas Maurits Panjaitan selalu Direktur Pelaksan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyampaikan sejumlah pesan.

Petama, apresiasi atas semangat dan antusias para peserta dan dukungan Bupati Luwu dan kepala BKPSDM.

“Kami paham SIPD ini banyak masih menjadi perdebatan di berbagai kalangan. Namun perlu kami sampaikan SIPD ini kedepan menjadi hal yang wajib sesuai amanat pasal 391 UU 23 tahun 2014 bahwa informasi perencanaan pembangunan daerah dikelola dalam suatu sistem informasi pemerintah daerah,” ujarnya.

Menurut Horas Maurits Panjaitan, SIPD ini adalah sistem yang terintegrasi yang tergabung. Sudah ada sebagian Pemda yang melaksanakan secara full. Sehingga dengan adanya regulasi tentang pemerintah daerah bahwa akan dikelola dengan satu sistem, maka pada 2021 harus dilaksankan dan 2022 sudah secara full.

Baca Juga :  Generasi Pesona Indonesia Luwu Sukses Gelar Milad ke-2

“Saya berharap Kabupaten Luwu bisa menjadi contoh dan barometer sehingga daerah lain bisa datang ke Luwu belajar penerapatan SIPD,” ujarnya.

Kemudian yang kedua, katanya, SIPD tujuannya adalah untuk bisa menjadi satu sistem yang terhubung juga dalam rangka mempercepat kemudahan satu sistem satu data, satu sistem laporan keuangan nasional.

Untuk menggabungkan ini dengan format yang beda-beda dari satu daerah dan daerah lain tentu tidak bisa sehingga lahirlah SIPD yang memiliki standar nasional dan digunakan secara seragam dan sama yang digunakan oleh seluruh daerah.

“Dengan SIPD kertas juga bisa kita kurangi sehingga sistem aplikasi ini tentu akan menghemat banyak anggaran. Di sisi lain, anggaran penghematan ini bisa dimanfaatkan untuk peningkatan kesejahteraan ASN,” kuncinya.

  • Muh Asri