Pengaruh Media Sosial dalam Perubahan Politik

BERITA.NEWS, Parigi – Sebanyak 763 peserta di Parigi, Sulawesi Tengah mengikuti Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 14 Oktober 2021. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Tema yang diangkat pada hari ini adalah “Pupuk Demokrasi Tebar Toleransi di Media Sosial”.

Program kali ini dipandu oleh Fitriyani selaku moderator dengan menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Muhammad Kamil Jafar selaku anggota Asosiasi Antropologi Indonesia, Adistiah Nathalini Sigilipu selaku Founder LLC Tentena dan Dosen, Supardi Bado selaku jurnalis, dan Mohammad Anshori selaku GUSDURian dan praktisi media sosial. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 peserta.

Acara dibuka dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, mengenai pentingnya literasi digital untuk kemajuan bangsa. Beranjak ke sesi materi, Muhammad Kamil Jafar sebagai pemateri pertama hadir membawakan tema “Rekam Jejak Digital: Kenali, Pahami, dan Kelola secara Positif”. Menurut Kamil, jejak digital lebih berbahaya dari yang diduga mengingat jejak digital dapat merekam preferensi, harapan, kekhawatiran, hingga ketakutan dari setiap pengguna internet. Rekam jejak digital juga dapat dijadikan sebagai bisnis yang merugikan pengguna, salah satunya lewat iklan dan menjadi landasan para perusahaan situs dalam menampilkan iklan demi keuntungan perusahaan. “Semakin banyak data digital yang Anda serahkan, situs tersebut akan semakin kaya. Maka mulai lah mengontrol jejak digital Anda agar tidak disalahgunakan,” himbau Kamil.

Baca Juga :  Makin Siap, Pekan Raya Jurnalistik dan Milad Ke-16 Siap Meriahkan Mall Nipa

Sesi dilanjutkan oleh Adistiah Nathalini Sigilipu dengan tema “Media Sosial: Kebebasan Berekspresi dan Tanggung Jawab”. Ia menjelaskan bahwa setiap 40 detik, ada satu nyawa yang hilang karena bunuh diri di mana perundungan siber menjadi salah satu penyebabnya. Maka dari itu, ia mengingatkan masyarakat untuk menjaga netiket saat berinteraksi di dunia maya, mulai dari menghormati privasi orang lain, berpikir sebelum berkomentar, menggunakan bahasa yang sopan dan santun, serta memperlakukan orang lain sesuai dengan etika yang digunakan di dunia nyata. “Dalam 40 detik, jari Anda bisa menentukan nasib seseorang”, tekannya.

Supardi Bado selaku pemateri ketiga membawakan tema “Perlindungan Data Pribadi”. Dalam sesinya, Supardi mengatakan bahwa keamanan digital penting untuk dipahami dan dikuasai di era ini. Salah satunya karena sifat masyarakat yang cenderung belum kritis dalam menggunakan teknologi, sehingga dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab untuk melakukan kejahatan digital seperti peretasan data pribadi yang dapat merugikan masyarakat. “Masyarakat harus paham untuk menjaga kerahasiaan data pribadi serta  membuat kata sandi yang aman untuk akun media sosial secara berkala,” tutur Supardi.

Baca Juga :  FMI 2021, Dua Dosen Muda UNIKA Raih Penghargaan The Best Paper Award

Sesi pemberian materi diakhiri oleh Mohammad Anshori dengan tema “Demokrasi dan Toleransi: Jangan Sepelekan Media Sosial”. Aan menekankan bahwa masyarakat cenderung menyepelekan media sosial, padahal nyatanya media sosial sangat ampuh dalam melakukan perubahan politik, baik secara positif maupun negatif. Hal ini dibuktikan oleh hasil analisis yang dilakukan pada saat pemilihan umum tahun 2019 yang menunjukkan bahwa banyaknya berita bohong dan disinformasi yang tersebar yang melanda tidak hanya kandidat, namun juga penyelenggara.

Setelah sesi pemaparan selesai, moderator membuka sesi tanya jawab yang kemudian disambut hangat oleh peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang dilontarkan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung akan mendapatkan uang elektronik masing-masing sebesar Rp 100.000 dari panitia.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.